Aktivis Perempuan diadili usai bikin ribut di Parlemen AS

Kasus penghinaan yang dilakukan Desiree Fairooz, aktivis perempuan AS di Gedung Parlemen AS Januari lalu, mulai digelar di Pengadilan Tinggi Washington DC, pekan ini.

VOX.com mengabarkan Selasa (2/5/2017), bila terbukti melakukan penghinaan, Fairooz diancam denda $ 500 atau sekitar Rp 6,5 juta dan hukuman penjara enam bulan. Selain itu, Desiree Fairooz dikenai tuduhan melakukan kesalahan ringan lainnya, yaitu ‘’Berbaris sambil berdemonstrasi di dalam gedung parlemen, sehingga ia terpaksa digiring ke luar,’’ tulis Ryan Relly dari Huffington Post.

Kasus ini terjadi Januari lalu, pada saat parlemen melakukan dengar pendapat dengan Jeff Session, calon tunggal Jaksa Agung AS. Dalam dengar pendapat itu, Senator Richar Shelby dari Republik, memuji Jeff Session yang digambarkan sebagai pejabat AS yang memperlakukan warga AS secara jujur dan setara. Tentu saja hal itu bertentangan dengan catatan sejarah pribadinya. Jeff Session pernah mengecam Akta Penggunaan Veto, dan ia juga memveto UU anti kriminal bagi LGBT. Pada 1980-an Jeff Session pernah ditolak jadi hakim federal karena dituduh mengumbar rasialisme, dengan mengatakan ‘’Ku Klux Klan itu tidak apa-apa, kecuali bila mereka mengisap ganja,’’ katanya.

Saat dengar pendapat itulah Desiree Fairozz menertawakan pujian Shelby itu. Sementara, pengacaranya menyebutkan kliennya itu tertawa karena reflex saja dan tidak berniat mengganggu jalannya sidang parlemen. Fairozz dibawa ke ruang belakang, hingga ketawanya tidak terdengar di dalam sidang.

Namun jaksa federal menuduh Fairozz memang sengaja menertawakan senator, untuk mengganggu dan menghambat ketertiban jalannya sidang kongres. Bahkan seorang polisi Parlemen mengklaim Fairozz tertawa sangat keras, sehingga banyak pengunjung yang menoleh ke tersangka pelakunya.

Sejak lama, Desiree Fairozz perempuan aktivis kelompok ‘Code Pink’ dikenal suka protes. Saat memprotes Perang Irak, Fairozz membubuhi tangannya dengan darah buatan dan maju ke depan Condoleezza Rice, menteri luar negeri kala itu.

.

Recent Posts

Pilu Siswi Korban Rudapaksa di Banyumas, Sempat Dikeluarkan dari Sekolah

Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…

5 hours ago

Bisnis Pernikahan Palsu di AS: Bayar $100 Ribu demi Green Card

Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…

1 day ago

Kegiatan Kereta Kencana di Taman Central Park New York Dihentikan tahun 2028

Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…

4 days ago

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

2 weeks ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

2 weeks ago