Pengusaha Mexico Alihkan Ekspor Sapi Potong ke Timur Tengah

Pengusaha ternak Mexico kini mulai mengalihkan ekspor sapi potongnya ke negara-negara Muslim di Timur Tengah dan negara Muslim lainnya, termasuk ke Indonesia.

Christian Science Monitor mengabarkan Jumat (12/5/2017) perang perdagangan AS dan Mexico yang dikumandangkan Presiden Donald Trump mendorong para peternak Mexico mengalihkan ekspornya ke negara lain. Hal itu dilakukan, untuk mencari alternatif guna menyelamatkan ekspor sapi potong ke AS bernilai $ 1,6 miliar tahun lalu.

 

Mexico, negara pengekspor produksi daging sapi ke-6 di dunia, akan meningkatkan empat kali lipat ekspor daging halalnya hingga 20 juta kilogram, akhir tahun 2018. Untuk itu, 15 peternakan sapi tengah dilakukan sertifikasi halal sehingga dapat mulai mengekspor produknya tahun depan. Tim inspeksi dari Uni Emirat Arab akan mengunjungi Mexico Juni nanti, menyusul tim Arab Saudi yang telah berkunjung ke Mexico, Maret lalu. Ke-15 peternakan sapi itu bakal memperoleh sertifikat halal berdasar Halal Transaction of Omaha atau UAE, perusahaan yang ditunjuk dunia.

‘’Dulu kami menjadi negara pengekspor daging sapi terbesar, sebelum Presiden Donald Trump menjabat di Gedung Putih,’’ tutur Bosco de la Vega, presiden dewan pertanian dan peternakan Mexico. Namun ini, Mexico harus membatasi ekspornya ke AS, minimal separuhnya.

Awal tahun 2017, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar menyatakan niatnya untuk membeli daging sapi dari Mexico, meski belum ada perjanjian kerjasama resmi. Selama ini, ekspor daging sapi ke Timur Tengah dilakukan melalui AS dan Brazil. Pada tahun 2015 lalu, Mexico mengelola 31 juta ekor sapi potong, namun pada 2016 jumlah itu menurun hingga 30,8 juta ekor.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

3 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 month ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 months ago