Iklan Pelayanan Umum India Jadi Viral di Media Sosial

Sebuah iklan video yang mendorong pembangunan peturasan umum di India, menjadi viral dan disaksikan oleh 600 ribu penonton hingga Senin (29/5/2017).

NPR.org mengabarkan, iklan video yang diproduksi Astral Pipes merupakan bagian dari ‘’Tanggungjawab Sosial’’ yang ditujukan kepada setiap perusahaan swasta dan asing India. Mereka diwajibkan menyisihkan 2 persen dari keuntungannya untuk membangun jamban-jamban dan peturasan umum di setiap desa India. Namun, kewajiban itu jarang dilakukan para pengusaha India. Bahkan banyak di antaranya yang membangun tempat hajat umum itu secara sembarangan dan banyak yang rusak dalam beberapa pekan.

 

Video viral itu menggambarkan sejumlah lelaki India menuju ke sebuah padang ilalang untuk buang hajat. Saat mereka bersiap-siap tiba-tiba puluhan wanita mengelilingi mereka sambil menyanyikan lagu yang syairnya mempermalukan kaum pria India. Disebutkan, kaum lelaki lebih suka menghabiskan uangnya untuk membeli telepon pintar atau komputer, ketimbang membangun kamar mandi di rumahnya.

Iklan layanan masyarakat itu juga mewakili 200 ribu dari 500 juta penduduk India yang menderita penyakit diare setiap tahunnya. Angka tertinggi di antara negara-negara di dunia. Tanpa pengadaan WC umum, kepedulian terhadap hawa, kesehatan kaum perempuan dan gadis India terabaikan sehingga banyak yang menderita infeksi genital. Sejumlah gerakan sosial telah dilakukan pemerintah negara bagian di India untuk membantu kaum wanita yang rasionya 943 perempuan dari 1000 kaum pria di India.

Bahkan 100 desa di Negara Bagian Haryana, kaum perempuan memberi prasyarat utama bagi calon pasangannya untuk membangun kamar mandi lebih dahulu. Kini program yang diberi nama ‘No Toilet No Bride’ yang dilansir tahun 2005 itu berlangsung sukses dan menambah jumlah toilet dan kamar mandi dua kali lipat. Pada tahun 2012 sekitar 1.600 desa dinyatakan bebas dari sebutan ‘Peturasan Terbuka’. Pemerintah India menyatakan pada tahun 2017 ini, seluruh Negara Bagian di India dinyatakan memiliki peturasan umum dan kamar mandi layak pakai.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

6 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago