Presiden Putin Tawarkan asilum pada James Comey

Presiden Russia Vladimir Putin menawarkan suaka politik kepada James Comey, bekas Direktur FBI yang memberikan testimoni di depan Komisi Intelijen Senat AS. NPR News mengabarkan, tawaran itu diutarakan Presiden Putin dalam acara tanya jawab langsung dengan warga Rusia, Kamis (15/6/2017).

Dalam penjelasannya, Putin menyatakan, tindakan James Comey terasa aneh. ‘’Kelihatan aneh. Seorang direktur  badan investigasi mencatat pembicaraannya dengan komandan tertinggi dan memberikannya ke media, lewat seorang temannya,’’ tutur Putin. ‘’Hal itu, menjadikan James Comey bukan sebagai direktur lagi, melainkan seorang aktivis yang yakin akan dirinya,’’ sambung pemimpin Rusia itu.

Meski begitu, Putin menambahkan, ‘’Tapi, bila dia menghadapi ancaman hukuman, kami bersedia memberikan suaka politik di Rusia. Dia lebih baik mengetahui hal itu,’’ katanya. Hadirin di acara itu sempat tersenyum dan Putin berputar di kursinya, menandakan bahwa ia berhasil menjawab dengan jitu pertanyaan tersebut. Menanggapi sanksi ekonomi yang baru saja dijatuhkan Senat AS, karena keterlibatannya dalam pilpres 2016, Putin menjawab ‘’Apapun kasusnya, saya yakin tuduhan itu tidak berdasar sama sekali,’’ katanya.

Dalam acara tahunan berjudul ‘Tampil Langsung di Televisi’’ Putin memberikan waktu berjam-jam untuk menjawab pertanyaan di studio, maupun dari warga di seluruh Rusia. Pihak Kremlin menyebutkan, tahun ini pihak penyelenggara menerima 2 juta pesan, dan 1,3 juta di antaranya lewat telepon.

Pertanyaan yang diajukan beragam. Untuk acara tahun ini, pertanyaan yang diajukan sekitar masa depan Rusia, di samping juga masalah gaji, inflasi dan ekonomi. Di akhir acara, seorang hadirin menanyakan berapa kilo ikan yang pernah ditangkap pemimpin Rusia itu. ‘’Sekitar 20 kilogram deh. Nggak tahu bila ada orang yang diam-diam menekan timbangan sehingga beratnya bertambah,’’ kata Putin berkelakar.

SaveSave

SaveSave

SaveSave

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

4 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago