AS Kirim Kapal Induk ke Israel Hadapi Suriah

AS mengirimkan tiga pesawat pengintai dan sebuah kapal induk ke Israel setelah mendengar kabar Presiden Suriah Bashar al-Assad hendak melancarkan serangan senjata kimia. Newsweek mengabarkan Rabu (28/6/2017), pesawat pengintai yang dikirim Pentagon itu adalah pesawat tempur jenis RC-135U, lalu pesawat RC-135 V Rivet Joint dan P-8 Poseidon. Ketiga pesawat yang terbang di dekat kawasan Lebanon dan Suriah itu, memiliki kemampuan mengumpulkan data intelijen.

Pesawat-pesawat canggih itu tampak terlihat dari Pangkalan Milliter Suriah Shayrat, yang pernah dibom AS Mei lalu, setelah Suriah melancarkan serangan gas Sarin ke penduduk sipil. Waktu itu, Presiden Bashar al-Assad dikabarkan meninjau para serdadu yang luka-luka akibat bom AS, menumpang pesawat Rusia. Menteri Pertahanan AS James Mattis memuji bahwa serangan serupa itu tidak terjadi lagi. ‘’Tampaknya Suriah dan Rusia menanggapi hal itu secara serius, sehingga mereka tidak melakukan serangan itu lagi,’’ tutur Menhan James Mattis.

Selain mengirimkan pesawat pengintai, Pentagon juga mengirimkan kapal induk USS George HW Bush ke Israel. Kapal induk raksasa yang membawa 5.700 personil militer dan sekitar 50 pesawat terbang itu, dijadualkan akan menghabiskan waktunya selama akhir pekan untuk memperingati Hari Kemerdekaan AS 4 Juli 2017 di Israel. Kapal Iduk USS George HW Bush pernah digunakan untuk membantu serangan militer terhadap kelompok militan ISIS di Suriah dan Irak. Sampai kini Washington masih mendukung kelompok militan lokal Kurdi di Raqqa.

 

AS melakukan serangan terhadap militer pro pemerintah Suriah dua kali, setelah kelompok gerilyawan yang didukung AS dibom pihak Suriah. AS kemudian menembak jatuh jet tempur Suriah karena terbang dekat dengan Raqqa. Insiden ini tak urung meningkatkan ketegangan antara Rusia dan AS, sehingga Moscow mengancam akan menjadikan pesawat-pesawat AS sebagai sasaran tembak di udara.

.

Recent Posts

AS Bongkar Jaringan Scam Asia Tenggara

Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…

23 hours ago

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

5 days ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

6 days ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

1 week ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 weeks ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

4 weeks ago