Pentagon sewa kantor $ 130 ribu sebulan di Trump Tower

Departemen Pertahanan AS, Pentagon mengeluarkan dana $ 130 ribu per bulan untuk menyewa ruang kantor di Trump Tower, di kawasan elite Manhattan, New York. Harian Wall Street Journal mengungkapkan Rabu (19/7/2017), ruang kantor itu disewa untuk mendukung keamanan Gedung Putih, walaupun Presiden Donald Trump tidak pernah tinggal di Trump Tower, sejak pindah ke Washington DC.

Dari dokumen yang berhasil didapatkan Harian Wall Street Journal, Pemerintah AS telah membayar uang kontrak sebesar $ 2,39 juta. Dana itu untuk menyewa ruang kantor seluas sekitar seribu meter persegi, mulai 11 April hingga 30 September 2018.

Menurut surat kontrak yang dikeluarkan Badan Pelayanan Umum AS, pemerintah AS telah membayar $ 180 ribu, dalam bulan April. Sisanya dibayar $ 130 ribu per bulan, untuk mengontrak ruang kantor selama 18 bulan di Trump Tower. Badan Pelayanan Umum AS, merupakan agen properti pemerintah AS yang mengelola penyewaan ruang kantor dan fasilitas bagi keperluan pemerintah AS.

Bahkan, pasukan pengawal kepresidenan AS, meminta tambahan anggaran pada Pemerintah Daerah New York. Tambahan dana sebesar $ 27,5 juta untuk anggaran tahun 2018 itu digunakan sebagai ‘’Dana untuk mengamankan Trump Tower, dan melindungi keamanan presiden Trump di Kota New York.’’ Padahal, Presiden Trump belum pernah menginnap di Trump Tower, sejak menjadi penghuni Gedung Putih, Februari 2017.

Badan Pelayanan Umum AS telah mengirim surat kepada Anggota Kongres Jackie Speier dan James A. MacStravic, pejabat Logistik dan Teknologi Pentagon. Isinya antara lain menyebutkan ‘’Ruangan di Trump Tower milik pribadi dan negosiasi kontrak persewaan ruangan dilakukan antara Pemerintah AS dan pemilik gedung,’’ tulisnya. ‘’Sejauh ini, kami tidak melihat presiden mengambil keuntungan dari penyewaan ruangan itu,’’ lanjutnya. Maksudnya? Bukankah Tump Tower milik Donald Trump?  Ya akal-akalan, agar tidak ketahuan presiden AS sebenarnya memang menangguk untung.

SaveSave

SaveSave

SaveSave

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 week ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago