Geng Kriminal Jadi Sasaran Operasi ICE pekan depan

Petugas Imigrasi AS akan menggelar operasi untuk menangkap para remaja asing yang masuk ke AS tanpa orang tua, dan para anggota geng kriminal. Kantor berita Reuters mengabarkan Jumat (21/7/2017), operasi penggrebekan tersebut rencananya akan dimulai hari Senin hingga Rabu pekan depan.

Para remaja yang menjadi sasaran dalam operasi pekan depan adalah mereka yang akan berusia 16 hingga 17 tahun. Petugas ICE yang tak disebutkan namanya menjelaskan, operasi itu difokuskan pada mereka yang dianggap mengancam keamanan umum dan nasional. Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri, operasi penangkapan para remaja tanpa orang tua itu, telah dilakukan sejak pemerintahan Presiden Barrack Obama.

Sementara itu, petugas ICE dapat mengidentifikasi seseorang yang menjadi anggota geng kriminal, dengan meneliti hiasan ‘Tato’ di tubuh tersangka. ‘’Biasanya mereka menuliskan nama geng di bagian tubuhnya, atau mengenakan atribut geng tertentu,’’ tutur petugas tersebut.

Presiden Trump bertekad menerapkan aturan imigrasi secara ketat dan mendeportasi para anggota geng. Tindakan ini diprioritaskan bagi anggota geng kriminal Mara Salvatrucha dari El Salvador yang lebih dikenal dengan singkatan dari MS-13. ‘Kita punya geng kriminal bernama M-13. Mereka tidak menembak orang, tapi menggorok leher korban. Mereka melakukan aksi kriminal yang sulit dipercaya,’’ kata Trump saat kampanye di Cedar Rapids, Iowa, bulan lalu.

Sementara itu, petugas ICE tidak mendeportasi para remaja tanpa orang tua yang tertangkap. ‘’Meskipun mereka bisa saja dideportasi seperti layaknya orang dewasa,’’ kata salah satu petugas ICE. Para remaja itu akan dikirim ke orang tua asuh yang ditunjuk Badan Sosial dan Kesehatan AS. Namun petugas ICE akan menangkap dan mendeportasi para orang tua yang membawa anak-anak mereka masuk ke AS, dan telah diperintahkan untuk kembali ke tanah airnya secara sukarela saat kasusnya telah diproses di pengadilan AS.

SaveSave

SaveSave

SaveSave

SaveSave

SaveSave

.

Recent Posts

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 days ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

1 week ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 months ago