Kenapa ‘Winnie The Pooh’ Dilarang beredar di China?

Pemerintah China melarang gambar ‘Winnie the Pooh’, karena gambar beruang berhati mulia itu disamakan dengan karakterk Presiden China, Xin Jinping. The New York Times mengabarkan Senin (17/7/2017), belakangan ini para pengguna internet di China kesulitan memasang gambar tokoh beruang AS itu di seluruh situs linimasa.

Larangan atau blokade itu dilakukan Partai Komunis China yang sering merasa risih bila ada pemimpin China digambarkan dengan tokoh kartun. Meski larangan itu tidak resmi, namun banyak yang masih bisa memasang kartun ‘Winnie the Pooh’ di Weibo, linimasa Twitter China. Namun komentar yang diunggah di gambar beruang AS sebelumnya mengalami kesulitan. Termasuk di antaranya sebutan ‘Xiao Xiong Wei’ atau Winnie Si Beruang Kecil, gagal dipasang dan selalu menemui pesan ‘Error’.

Setelah berita sensor itu muncul di media Barat, malah banyak yang sengaja memasangnya di beberapa linimasa dunia. Di beberapa media asing, mereka yang masih leluasa memasang ‘Berung Kecil’ malah mengolok-olok rekan-rekan mereka di China. ‘’Ini lucu lho! Kenapa jadi tersinggung,’’ tulis seorang pengguna Weibo. Bahkan ada yang mempertanyakan: ‘’Lho kenapa Winnie the Poo’ dilarang? Kalau begitu, semua tema yang berkaitan dengan boneka itu di Disneyland Shanghai, harus dicopot,’’ tulis yang lain.

Sejak tahun 2013, badan sensor militer China berniat memberangus gambar boneka itu. Niat itu muncul ketika para pengguna internet memasang foto Presiden Xi Jinping dan Presiden Barrack Obama tengah berjalan santai di Rancho Mirage, California. Presiden Xi digambarkan sebagai ‘Winnie The Pooh, dan Obama digambarkan dengan ‘Tigger’macan sahabat Winnie. Gambar itu kemudian dihapus.

Namun setahun kemudian pada 2014, gambar ‘Winnie The Pooh’ muncul kembali berdampingan dengan Eeyore, keledai. Pasangan kartun itu dipasang di samping foto Presiden Xi Jinping bersalaman dengan PM Jepang Shinzo Abe, yang digambarkan sebagai keledai Eeyore, saat mereka bertemu dalam Pertemuan Puncak APEC.

SaveSave

SaveSave

.

Recent Posts

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

4 days ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

1 week ago

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

2 weeks ago

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 weeks ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

3 weeks ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 weeks ago