Categories: Uncategorized

Keluarga Marcos Tawarkan Simpanan Emasnya untuk Filipina

Keluarga Ferdinand Marcos bersedia membantu ekonomi Filipina dengan cara mengembalikan simpanan emasnya yang kini berada di luar negeri.

Harian Inquirer mengabarkan, hal itu diungkapkan oleh Presiden Rodrigo Duterte dalam pidatonya Selasa (30/8/2017). ‘’Saya tidak mau menyebut nama. Tapi keluarga Marcos membongkar semua miliknya dan mudah-mudahan bisa mengembalikannya,’’ kata orang nomor satu Filipina itu.

Duterte tak lupa menambahkan bahwa keluarga Marcos punya alasan kuat untuk menyembunyikan kekayaannya di luar negeri. ‘’Karena mereka terkucilkan dan untuk melindungi ekonomi Filipina,’’ kata Duterte. ‘’Mereka mengatakan, defisit yang dialami Filipina cukup besar, sehingga pengeluaran di masa depan tidak begitu besar, sehingga perlu bantuan. Mereka siap membongkar dan membawanya kembali, kata mereka. Bahkan dalam bentuk batangan emas sekalipun,’’ kata Duterte menambahkan.

Penjelasan Duterte itu diungkapkan, setelah Lito Atienza, senator dan bekas walikota Manila mengaku pernah terlibat percakapan serius dengan Imelda Marcos. Bekas ibu negara Filipina itu berniat mengembalikan emas seberat 7 ribu ton ke tanah airnya. ‘’Emas batangan itu disimpan di berbagai negara, sehingga Filipina dapat membayar utang luar negerinya,’’ kata Atienza. ‘’Saya akan membebaskan utang luar negeri Filipina,’’ kata Imelda seperti dikuti Atienza.

Bila ucapan Imelda itu benar, menrrut Atienza, Pemerintah Manila bisa mendapatkan sebagian dari kekayaan Marcos yang diperkirakan bernilai $ 10 miliar. ‘’Saya berharap agar Presiden Duterte dapat melakukan negosiasi, untuk mengambil sebagian dari simpanan emas Marcos itu,’’ katanya.

Lito Atienza yang kini menjadi anggota legislatif itu tak lupa menegaskan bahwa Pemerintah Manila tidak perlu menghukum keluarga Marcos. ‘’Sudahlah, jangan diusut dan dihukum. Mari kita dapatkan emasnya dan kita berharap agar Filipina dapat mendapatkan keuntungan dari kasus ini,’’ kata Lito Atienza.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago