“Golden House” Novel Terbaru Karya Salman Rushdie

Penulis Novel Salman Rushdie meluncurkan novel barunya berjudul ‘Golden House’ yang berkisah tentang kisah kehidupan seorang kontraktor bernama Nero Golden yang tinggal di New York.

 

The Guardian mengabarkan Rabu (6/9/2017), dalam novel barunya itu, Salman Rushdie menceritakan kisah Golden lewat catatan seorang sineas muda bernama Rene dengan latar belakang Kota New York. Novel setebal 500 halaman itu, ditulis dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan diluncurkan hari Selasa, kemarin. Para tokoh dalam novel itu menggunakan nama-nama jaman Romawi, yang hidup di kehidupan modern di New York.

Dalam cerita ‘Rumah Si Golden’ itu, Salman Rushdie mengungkapkan dilema antara sebuah kebenaran dan kepalsuan. ‘’Salah satu dari berbagai kejadian yang berlangsung di AS, adalah kata-kata dirampas dari arti sebenanrya,’’ tutur Salman Rushdie dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Jerman ARD. ‘’Para penipu menuduh orang-orang yang menceritakan kebenaran dengan berita bohong (fake news). Segala sesuatu diaduk-aduk,’’ tambahnya.

Yang menarik dari Golden House, Salman menempatkan peristiwa sejarah kontemporer ke dalam novelnya itu. Mulai dari pelantikan Barrack Obama hingga pemilu presiden yang dimenangkan Donald Trump. ‘’Saya ingin menampilkan tragedi kebudayaan sosial dari sebuah bangsa besar yang tengah kehilangan indentitasnya,’’ tutur Salman Rushdie. ‘’Dengan kata lain, menuliskan sebuah tragedi dalam sebuah tragedi,’’ sambungnya.

Salman Rushdie, penulis ‘Ayat-ayat Setan’ kelahiran Mumbai, India 70 tahun lalu, telah menelurkan 12 karya tulisnya. Novel ‘Midnight’s Children’ salah satu karyanya, meraih Booker Price pada 1981 dan dinobatkan sebagai ‘Novel terbaik di antara para pemenang’. Penulis yang kepalanya dihargai $ 4 juta oleh Pemerintah Iran itu, kini hanya dikawal beberapa petugas keamanan pada saat-saat resmi saja.

.

Recent Posts

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

3 days ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

2 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

3 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

4 weeks ago