Putra Presiden Filipina Dituduh Terlibat Pengiriman Narkoba

Paolo Duterte, putra Presiden Filipina Rodrigo Duterte dituduh terlibat dalam pengiriman narkoba bernilai total $ 125 juta dari China, yang terbongkar bulan Mei lalu. International Business Times mengabarkan, tuduhan itu dilayangkan Antonio Trillanes, senator oposisi Filipina.

 

 

Menurut Trillanes, tuduhan itu berdasar laporan intelijen yang mendapatkan informasi dari sebuah sumber luar negeri. ‘’Paolo, yang menjadi wakil walikota Davao adalah anggota kelompok kriminal Triad dari China,’’ kata Trillanes. ‘’Lihat saja hiasan tatto bergambar naga di punggungnya,’’ kata Trillanes.

Tak hanya itu. Selain Paolo, ada pula Manases Carpio, menantu Presiden Duterte yang juga ikut terlibat dalam pengiriman narkoba dari China. Nama kedua kerabat dekat Istana Malacanang itu disebut seorang petugas pabean Filipina, yang diperiksa sebuah tim penyelidik Senat Filipina. Belakangan petugas pabean tersebut, membantah bahwa Paolo dan Manases terlibat dalam pengiriman barang haram tersebut.

Tapi, tuduhan itu dibantah oleh Paolo Duterte saat memberi keterangan kepada tim Senat Filipina, Kamis (7/9/2017). Menanggapi bantahan itu, Antonio Trillanes menuntut Paolo memotret tattonya untuk dikirim ke Badan Pengawasan Obat AS untuk diteliti. Tapi tuntutan itu ditolak putra Duterte seraya menegaskan, bahwa tatto merupakan bagian dari privasi setiap orang.

Penolakan itu didukung oleh Senator Richard Gordon. Ketua komite Senat pendukung Presiden Duterte memperingatkan agar Trillanes tidak gegabah dengan tuduhan itu, karena dapat dituntut balik. ‘’Putra presiden dituduh terlibat Triad, adalah tuduhan serius,’’ kata Gordon. Sementara pengacara Paolo Duterte juga mempertanyakan motivasi Senator Trillanes dengan tuduhan itu. ‘’Kenapa dia bernafsu banget melihat tatto klien saya? Kalau dia menyatakan diri Gay, baru kami izinkan melihat tatto putra presiden,’’ kata Rainier Madrid, pengacara Paolo Duterte kepada televisi ABS-CBN.

.

Recent Posts

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

3 days ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

6 days ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

3 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

4 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

4 weeks ago