Categories: CommunityDiaspora

Pasangan kanibal ditangkap di Rusia

Dmitry Baksheev dan Natalia Baksheeva, istrinya ditangkap petugas kepolisian Rusia karena melakukan kanibalisme terhadap 30 orang korban sejak 18 tahun lalu.

Daily Mail mengabarkan Senin (25/9/2017), kasus pembunuhan ini terbongkar setelah telepon genggam Dmitry Baksheev ditemukan oleh seorang karyawan di Krasnodar, Rusia. Setelah dibuka, telepon pintar itu berisi video mengerikan hasil rekaman Dmitry terhadap para korban. Sejumlah foto juga ditemukan di dalam telepon genggam bermerk Samsung itu.

Penggalan tubuh perempuan ditemukan pada 12 September lalu, di sebuah tanah kosong dekat kompleks Akademi Militer Rusia di 135 Dzerzhinskogo Street, Krasnodar. Dekat tubuh korban ditemukan keranjang berisi potongan tubuh dan barang-barang milik korban. Petugas penyidik kemudian menemukan tujuh kantong organ tubuh di dalam lemari es pelaku.

Dmitry dan Natalia dikabarkan menyimpan daging manusia di dalam botol, salah satu di antaranya memperlihatkan organ tubuh manusia. Sementara, 19 kulit manusia yang segar dari tubuh korbannya ditemukan di tempat tinggal mereka, di sebuah perumahan Akademi Militer Rusia di Kranodar. Sebuah video berisi cara melakukan kanibalisme juga ditemukan di kamar mereka.

Para tetangganya menceritakan, kedua pasangan itu memiliki perangai aneh. Setiap kali ada penduduk yang hendak memasuki rumah mereka, Natalia Baksheeva langsung berteriak-teriak panik dan menghalangi agar tak jadi masuk. Menurut pengakuan Dmitry, ia telah mengonsumsi daging korbannya sejak 1999. Sebuah foto bertarikh 28 Desember 1999 menunjukkan sebuah kepala manusia dikelilingi buah jeruk siap disajikan di atas piring. ‘’Ini bukti, bahwa pengakuannya benar,’’ tutur seorang petugas penyelidik.

Dmitry juga tampak berpose memegang palu dan arit, simbol Rusia, di latar belakang tubuh korban. Para korban lebih dahulu dilumpuhkan dengan cairan Ether dan Corvalol, obat kimia yang dilarang di Rusia, sebelum dimutilasi.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago