Trump Sodorkan Daftar Prioritas bagi Pemilik DACA

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengirim daftar prioritas imigrasi kepada para anggota Republik di Kongres, apabila Demokrat melindungi para imigran muda yang tergabung dalam DACA.

Deutsche Welle mengabarkan Senin (9/10/2017), daftar prioritas Trump itu cukup kontroversial. Di antaranya akan tetap membangun tembok pemisah antara AS dan Mexico. Gedung Putih juga akan mempercepat langkah deportasi bagi pemegang visa yang kadaluarsa.

 

Selain itu, para pengikut DACA tidak dapat mensponsori para orang tua, atau anggota keluarga lainnya. Dan terakhir, akan membatasi jumlah kartu hijau bagi pasangan warga AS, dan anak-anak mereka. Dalam daftar itu, Trump juga bakal meningkatkan jumlah petugas imigrasi atau ICE (Immigration and Costumes Enforcement).

Pada tahun 2012 lalu, Presiden Barrack Obama meluncurkan pogram DACA (Deffered Action for Children Arrival). Dalam program itu, setiap bocah di bawah usia 17 tahun yang dibawa oleh orang tua mereka masuk ke AS, dijamin tidak dideportasi dan akan diberi kebebasan untuk bersekolah dan mendapat pekerjaan. Namun bulan lalu, Presiden Trump membekukan program tersebut, dan memberi waktu pada Kongres untuk mencari alternatif lain, agar para penerima DACA yang lazim disebut ‘’dreamers’’ atau pemimpi, yang jumlahnya 800 ribu anak itu tetap berada di AS.

Tentu saja daftar prioritas Trump itu dikecam anggota parlemen dari Demokrat. ‘’Pemerintahan ini tidak bisa begitu dong. Katanya mau membantu para pengikut DACA, lha kok malah disodori daftar prioritas yang merugikan,’’ kata Pemimpin minoritas Kongres, Nancy Pelosi. ‘’Membangun tembok pembatas sama halnya tidak mau negosiasi,’’ lanjut Pelosi didampingi  Chuck Schumer, pemimpin minoritas Senat Demokrat.

Belum jelas jalan tengah apa lagi yang akan ditempuh pihak Demokrat dan Republik untuk menyelesaikan sistem imigrasi AS yang dinilai semrawut itu. Majelis Tinggi dan Rendah punya waktu 60 hari untuk mencari jalan keluar yang dapat memuaskan dua kubu. Semoga.

.

Recent Posts

Mengenang James F. Sundah, Sang Penulis “Lilin-Lilin Kecil” yang Menyalakan Harapan Generasi

Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok pentingnya. Kabar wafatnya James F. Sundah pada…

3 days ago

Keluarga Imigran di Tengah Pemotongan SNAP

Bagi banyak keluarga imigran dan pekerja berpenghasilan rendah di Amerika Serikat, kartu SNAP bukan sekadar…

3 days ago

AS Bongkar Jaringan Scam Asia Tenggara

Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…

6 days ago

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

1 week ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

2 weeks ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

2 weeks ago