Gelandangan Jerman bakal kena tilang

Pemerintah Jerman mengeluarkan peraturan baru yang mengenakan tilang bagi para gelandangan yang tidur di tempat-tempat umum.

Seperti dikutip laman Deutsche Welle Senin (18/12/2017), para pejabat tinggi Jerman menolak merinci berapa besar denda tilang (bukti pelanggaran) yang akan dikenakan. Namun, diakui bahwa ‘’Para tunawisma akan dikenai tiket bila ketahuan tidur di jalanan. Bahkan nilai bertambah bila tetap melakukan pelanggaran,’’ tutur sebuah sumber.

Belakangan ini, Jerman mengalami krisis gelandangan yang cukup memprihatinkan. Diperkirakan terdapat 30 ribu hingga 40 ribu tunawisma berkeliaran di Ibukota Jerman, Berlin. Belum lagi di kota-kota besar lain seperti Frankfurt. Di bawah bayang pencakar alam dan salah satu cabang Bank Sentral Eropa, banyak dijumpai gelandangan warga Jerman yang terpaksa tidur di jalanan.

Christoph Schmitt, salah satu anggota dewan kota memberi alasan, pemberian tilang layak diterapkan bagi gelandangan yang dinilai menjadi benalu Jerman. Namun alasan itu disanggah oleh Astrid Buchheim, dari kelompok oposisi Partai Kiri yang mengungkapkan bahwa ‘’Gelandangan bukanlah yang menyebabkan masalah. Tapi kemiskinan di Jerman,’’ kata Astrid Buccheim. ‘’Karena itu, segera hentikan memburu orang-orang papa yang butuh bantuan,’’ sambungnya.

Makin banyaknya gelandangan di Frankfurt juga menjadi topik penting di linimasa Jerman dan mengundang reaksi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Tokoh politik dari Partai Sosialis Demokrat yang dikenal sebagai pembela kaum miskin ini, menuntut agar pemerintah Federal memperkecil perbedaan kaum kaya dan miskin. ‘’Banyak sumber-sumber yang dapat digunakan untuk membantu agar warga miskin dapat kembali tegak berdiri,’’ kata Steinmeier, di acara ‘Train Station Missions’. Ini merupakan misi mengentaskan kemiskinan yang digelar di seluruh Jerman.

.

Recent Posts

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 week ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

3 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

3 weeks ago

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

4 weeks ago