Categories: AchievementPolitics

Ramos Horta Kecam Pemerintahan PM Xanana Gusmao

Jose Ramos Horta mengecam Pemerintahan PM Timor Leste, Xanana Gusmao gagal membenahi berbagai persoalan krusial selama 10 tahun pemerintahannya.

Kantor Berita Associated Press mengabarkan Selasa (17/4/2018), hal itu diungkap Ramos Horta menjelang pemilu 12 Mei mendatang. ‘’Bila saya jadi perdana menteri selama 10 tahun, saya akan memusatkan perhatian untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pembangunan daerah terutama pengadaan air bersih dan sanitasi bagi rakyat Timor,’’ kata Ramos Horta.

Pernyataan itu diucapkan Ramos berdasar estimasi PBB yang menyebutkan, separuh dari 1,3 juta penduduk Republik Demokratik Timor Leste hidup di bawah garis kemiskinan, dengan pendapatan rata-rata hampir $ 2.00 per hari atau sekitar Rp 26 ribu/hari. Separuh dari anak-anak balita menderita kekurangan gizi sehingga banyak balita yang menderita mental. ‘’Belum lagi sistem pendidikan dan sekolah kejuruan yang dibutuhkan kaum muda Timor untuk membangun negara,’’ kata Ramos Horta.

‘’Anda dibayar lebih tinggi bila jadi tukang listrik atau tukang ledeng, daripada bergelar PhD di bidang kemanusiaan,’’ lanjut Ramos Horta. ‘’Sejak awal pemerintah Timor Leste sudah salah langkah. Karena itu saya mengharap pemerintah mendatang bisa mengubah semua ini,’’ kata Ramos Horta yang pernah menjadi Presiden Timor Leste periode 2007-2012.

Pada 12 Mei nanti, Timor Leste akan menggelar pemilu legislatif kedua, yang diikuti oleh Partai Fretilin dan satu partai gurem, menghadapi Partai Kongres Nasional Rekonstruksi Timor, CNRT pendukung Xanana Gusmao. Partai CNRT tampaknya akan menguasai mayoritas kursi bila berkoalisi dengan partai lainnya. Namun, nama Xanana Gusmao makin populer dewasa ini, terutama setelah berhasil mencapai kesepakatan dengan Australia, mengenai perbatasan wilayah lautnya.

‘’Tapi dia terlihat sudah capek dan frustrasi. Terutama staf dan kabinetnya tidak mampu bekerja selama tahun 2017 kemarin. Dan ia akan membayar mahal, bila ia terpilih lagi. Staf dan kabinetnya tidak mampu menjalankan visi besar Xanana Gusmao,’’ kata Ramos Horta.

.

Recent Posts

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

9 hours ago

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

4 days ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

1 week ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

3 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

3 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

4 weeks ago