AS Terbitkan Majalah Eksklusif Sambut Pangeran Salman

Sebuah majalah mewah bergambar Pangeran Mohammad bin Salman tiba-tiba beredar di jaringan Walmart dan pasar swalayan lain bulan lalu.

Associated Press mengabarkan Selasa (24/4/2018), majalah setebal 90 halaman itu telah beredar di sejumlah diplomat Arab Saudi di AS. Bahkan terbit beberapa pekan sebelum Pangeran Salman berkunjung ke AS bulan lalu. Majalah berjudul ‘The New Kingdom’ itu diisi sejumlah artikel yang memuji Pangeran Salman. ‘’Inilah Calon Raja Saudi Berikut’’ bunyi laporan utama yang menggambarkan Pangeran Salman sebagai ‘’Sekutu dekat AS di Timur Tengah yang menghancurkan terorisme.’’ Juga cerita tentang visi ‘’Kota masa Depan’ yang bakal dikendalikan robot.

Associated Press mengungkap bahwa majalah itu diterbitkan American Media Inc., AMI. Penerbit tabloid The National Enquirer ini milik David Pecker – pendukung utama Trump – mencetak 200 ribu kopi majalah baru itu, untuk menyambut kedatangan Pangeran Salman ke AS. Langkah awal Saudi untuk membuka diri ke Barat, dibantu AMI yang berniat melebarkan sayapnya ke Saudi.

Tahun lalu, Pecker makan malam di Gedung Putih bersama Presiden Trump dan seorang pengusaha Prancis yang dekat dengan Kerajaan Saudi. ‘’Pecker dan pengusaha Prancis itu terbang ke Riyadh untuk meminta investor Saudi membantu AMI membeli Majalah TIME,’’ bunyi laporan harian The New York Times.

John Hammond, jurubicara AMI mengaku pihaknya berharap majalah itu memberi untung. Jauh lebih besar daripada edisi khusus Olimpiade, The Kennedys dan Elvis Presley yang pernah dijadikan berita utama. Hamong mengaku bahwa AMI berkolaborasi dengan  Saudi untuk menerbitkan majalah edisi Saudi itu. ‘’Sama sekali tidak,’’ bantah John Hammond.

Hal yang sama juga disuarakan Saud Kabli. Diretur Komunikasi Kedubes Saudi menyatakan bahwa pihaknya tidak punya peranan apapun dalam produksi majalah itu. ‘’Kami punya masalah dengan majalah itu. Kami hanya berpikir bahwa terbitan itu kurang efektif,’’ kata Kabli. Kedubes Saudi tampak hati-hati, karena ia tahu bahwa bila Saudi menerbitkan majalah, maka Pemerintah Riyadh harus mendaftarkan diri ke AS berdasar Foreign Agent Registration Act.

.

Recent Posts

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 day ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

3 weeks ago

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 month ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

1 month ago