Categories: DiasporaPolitics

Najib Razak Terguling, Pembunuhan Wanita Mongolia Muncul Lagi

Terpuruknya Najib Razak dalam Pemilu Malaysia bakal menguak kasus pembunuhan Altantuya Shaariibbuu, wanita Mongolia yang terjadi tahun 2006 lalu.

The Guardian mengabarkan, Sirul Azhar Umar, tersangka pembunuhnya yang melarikan diri dan kini ditahan di Penjara Villawood, Australia, diperkirakan akan buka mulut. Apalagi, Pemerintah Australia mengancam Sirul agar berterus terang, bila ingin tetap tinggal di Australia dan tidak dikembalikan ke Malaysia menghadapi pengadilan kasus yang menghebohkan panggung politik Malaysia di bawah pemerintahan PM Najib Razak. 

Syahdan, Altantuya Shaaribbuu, pacar gelap Razak Baginda, penasehat dan tangan kanan Najib Razak, terbunuh di Kuala Lumpur. Altantuya diculik dari depan rumah Baginda, lalu dibawa ke pinggir kota, lantas diberondong dengan senjata mesin. Bahkan, tubuh wanita Mongolia itu hancur tak dikenali akibat dipasangi bahan peledak militer.

Pembunuhan itu dilakukan Sirul bersama dua rekan lainnya, atas perintah Baginda. Penasehat dekat Najib Razak ini merasa terganggu dengan tuntutan Altantuya sebesar $ 500 ribu, hasil komisi pembelian kapal selam dari Prancis. Kasus itu tak terungkap, konon karena campur tangan pihak kepolisian dengan pejabat tinggi UMNO dan Najib Razak, pemimpin Malaysia yang melindungi Razak Baginda. Tahun 2014 lalu, Sirul kabur ke Australia, sebelum akhirnya ditangkap atas perintah Interpol dan dijebloskan ke penjara Villawood, Sydney Australia.

Dua pekan lalu, menurut The Guardian, Sirul kedatangan tamu istimewa dari Kuala Lumpur. Tamu itu tak lain adalah Datuk Khairul Anwar Rahmat. Mantan Pemimpin Pemuda UMNO ini konon meminta Sirul Azhar Umar agar tetap tutup mulut dan tak membongkar kasus pembunuhan itu. Namun upaya itu tampaknya menemui jalan buntu, setelah boss besarnya, Najib Razak dikalahkan Mahathir Muhammad.

.

Recent Posts

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

1 day ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 days ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

1 week ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

1 week ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

4 weeks ago