Sebuah pameran instalasi senjata otomatis AR-15 digelar di Daley Plaza, Chicago, Senin (14/5/2018), sebagai protes kebijaksanaan kepemilikan senjata di AS. BBC.com mengabarkan, pameran yang menampilkan senjata tiruan dari plastik itu dipajang berjejer seperti penyewaan sepeda di kota-kota besar.
‘’Kami ingin memperingatkan betapa mudahnya membeli sebuah alat perang,’’ tulis Brady Center, sebuah kelompok advokasi pengendalian senjata AS. Sebuah tanda mengundang siapapun agar ‘’melepas kunci dan menggunakan’’ dengan mudah replika senjata otomatis atau senjata otomatis seperti AR-15.
Warga Chicago juga diharapkan bersedia mengunjungi pameran seni instalasi itu, ‘’Untuk mengetahui betapa mudahnya warga biasa mendapatkan senjata setiap hari,’’ tutur Kris Brown dan Avery Gardiner, presiden the Brady Center.
Sepuluh pucuk senjata yang dijejer di lokasi iklan jalanan The Escape Pod itu, juga dilengkapi dengan spesifikasi senjata otomatis AR-17. Ada pula statistik mengenai jumlah aksi kejahatan kriminal yang terjadi di Chicago, menggunakan senjata api yang dibawa dari kawasan Indiana, negara bagian tetangganya. ‘’Sama seperti menyewa sepeda angin,’’ kata Omar Bahey Eldin. ‘’Sama mudahnya menyewa senjata api dan membunuh seseorang,’’ lanjut Omar Bahey Eldin, bocah berusia 12 tahun yang menyaksikan pameran itu.
Sedangkan Mike Quigley, anggota Kongres Illinois berpose di depan senjata-senjata itu dan menuliskan ‘’Memiliki senjata seharusnya tak semudah menyewa sepeda. Tapi di banyak kasus, kepemilikan senjata sangat gampang,’’ sambung Mike Quigley.
The Brady Center juga mengimbau pelarangan penggunaan senjata otomatis AR-15, juga pengecekan latar belakang pembeli secara ketat bagi penjualan seluruh senjata api. Di samping itu, pengadilan diberi wewenang untuk melarang kepemilikan senjata bagi mereka yang mengancam keselamatan dirinya dan orang lain. Pameran itu akan berlangsung hingga 16 Mei mendatang.
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…
Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…
Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…
Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…
Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…
Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…