Categories: Politics

Pagelaran Philadelphia Orchestra Terganggu Demonstran Pro-Palestina

Penampilan Philadelphia Orcestra di Pusat Seni Kimmel Center, Jalan Broad, Philadelphia terganggu oleh aksi demonstrasi pro-Palestina, pekan lalu. Philadelphia Inquirer mengabarkan Rabu (23/5/2018), dua demonstran berhasil memasuki gedung pertunjukan yang tengah memainkan musik satu musik klasik.

Yannick Nezet-Seguin yang menjadi dirijen pegelaran musik itu naik pitam dan meninggalkan podium sambil membanting tongkat dirijennya. Sejumlah pemain musik juga mengikuti langkahnya, sebelum kedua pemrotes itu dicerca penonton, dan diusir dari panggung.

Pertunjukan yang sempat terhenti selama 10 menit itu dilanjutkan kembali. Matthew Loden, salah satu presiden Pusat Seni Kimmel Center menjelaskan pada para penonton, ‘’Kita hidup di sebuah jaman di mana perbedaan pendapat merupakan hal yang penting. Sangat penting, dan harus didengar,’’ kata Matthew Loden. ‘’Namun kesucian aula konser juga harus dihormati,’’ sambungnya dan mempersilakan Philadelphia Orchestra melanjutkan pagelaran.

Demonstran yang terdiri dari 60 orang pro-Palestina itu, menuntut agar Philadelphia Orchestra membatalkan kunjungannya ke Israel. Mereka mengingatkan Israel membunuh 60 warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza pekan lalu. Philadelphia Orchestra akan melakukan perjalanan tour Eropa dan Israel mulai 24 Mei hingga 5 Juni mendatang. Mereka akan main di Luxembourg, Wina sebelum terbang ke Israel.

Susan Abulhawa salah satu penulis dan aktivis HAM dari Bucks County, Pennsylvania menuliskan, ‘’Pagelaran tour Philadelphia Orchestra digunakan untuk mengalihkan perhatian dari tindak kriminalitas Israel,’’ tulisnya di Philadelphia Inquirer.

Para pemain Philadelphia Orchestra berencana mengunjungi sekolah yang letaknya 10 mil dari Jalur Gaza. Tercatat 120 pemusik dan kru, 20 orang anggota keluarga dan 50 pendamping, akan terlibat dalam pertunjukan yang pernah dilakukan sebelumnya.

.

Recent Posts

Pilu Siswi Korban Rudapaksa di Banyumas, Sempat Dikeluarkan dari Sekolah

Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…

6 days ago

Bisnis Pernikahan Palsu di AS: Bayar $100 Ribu demi Green Card

Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…

7 days ago

Kegiatan Kereta Kencana di Taman Central Park New York Dihentikan tahun 2028

Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…

1 week ago

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

3 weeks ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

3 weeks ago