Petugas penjaga perbatasan AS melakukan pemeriksaan imigran tanpa dokumen resmi, di tengah jalan bebas hambatan di Maine dan New Hampsire, Ahad 24 Juni 2018.
CNN mengabarkan, mereka bukannya menjaga perbatasan Mexico dan AS, melainkan memberhentikan kendaraan yang melaju di jalur bebas hambatan I-95. Setiap kendaraan diminta melalui pos-pos pengawas yang dipasang di beberapa titik.
‘’Mahkamah Agung,’’ menurut Kantor Perlindungan Perbatasan dan Imigrasi, ‘’telah memberi izin mereka untuk menanyakan pengendara kendaraan bermotor tentang kewarga negaraan dan status imigrasi mereka,’’ bunyi pernyataan resmi dari kantor tersebut.
‘’Langkah itu dilakukan untuk mencegah organisasi terlarang melakukan pengiriman tenaga dan manusia lewat jalur-jalur di AS,’’ sambung pernyataan itu. Operasi yang berlangsung selama 11 jam itu, tercatat 17 imigran non-dokumen yang ditangkap dan dikirim ke tahanan imigrasi.
Upaya ini dikecam banyak pihak. Di antaranya Organisasi Hak-hak Sipil Amerika di New Hampshire. Namun, Kantor imigrasi dan Penjaga Perbatasan menegaskan bahwa ‘’Para pengendara berhak menolak dan berhak diam,’’ bunyi pernyataan badan tersebut. Tapi kenyataannya, mereka yang menolak diminta untuk menepi dan menjalani pemeriksaan lebih ketat.
Sementara itu, Departemen Pertahanan Pentagon menyediakan dua fasilitas tahanannya untuk menampung 20 ribu anak-anak imigran yang masuk AS secara ilegal. Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengungkapkan, kedua fasilitas basis militer itu terletak di Texas. Yakni di basis Angkatan Udara Fort Bliss dan Goodfellow. ‘’Jajaran militer akan menentukan lebih jauh,’’ kata Menhan Jim Mattis.
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…