Perusahaan motor gede Harley Davidson, HD akan mengalihkan pabriknya keluar dari AS untuk menghindari tarif pajak balasan yang akan dilakukan Uni Eropa.
CNN mengabarkan, langkah Harley Davidson itu sebagai bukti bahwa pengenaan tarif bea masuk yang dicanangkan Presiden Donald Trump berdampak buruk bagi produk AS. Menurut produsen sepeda motor HD, pihaknya bakal rugi $ 100 juta per tahun apabila tidak pindah keluar dari AS.
Uni Eropa dikabarkan hendak menerapkan tarif bernilai total $ 3,2 milyar terhadap produk-produk AS. Mulai dari sepeda motor, jeruk, selai kacang, kapal motor, rokok dan celana jins serta lainnya. Hal itu dilakukan untuk membalas pengenaan tarif impor produk besi dan aluminium dari Eropa.
Melalui pengenaan tarif Uni Eropa itu, maka harga sepeda motor Harley Davidson dari AS akan lebih mahal sampai $ 2.200 per buah. ‘’Kenaikan pajak ditambah ongkos produksi akan berdampak buruk bagi produk AS,’’ tulis pernyataan perusahaan Harley Davidson yang berpusat di Milwaukee, dan kini mempekerjakan 6 ribu orang karyawan. Pabrik HD lainnya di Wisconsin dan Pennsylvania serta Missouri juga bakal terkena dampaknya.
Seperti diketahui, Eropa merupakan pasar kedua terbesar setelah AS. Tahun lalu, 40 ribu warga Eropa membeli motor gede yang keren itu. Dibandingkan penjualan HD yang setinggi 148 ribu di AS, jumlah itu memang tidak begitu besar. Januari lalu, HD menutup pabriknya di Kansas City, Missouri dan dipindahkan ke York, Pennsylvania, pusat perakitan Harley Davidson.
Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…
Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…