Buruh Imigran Bisa Bekerja Resmi di AS Gunakan Visa H-2A

Badan pencari tenaga kerja asing bernama WAFLA tengah mencari ratusan ribu pekerja kasar untuk ditempatkan di sejumlah perkebunan dan pertanian di AS.

NPR.org mengabarkan, badan resmi yang berbasis di Lacey, negara bagian Washington itu kewalahan memenuhi permintaan para pengusaha perkebunan dan pertanian AS. Mereka kelimpungan setelah ditinggal para buruh gelapnya dari Mexico gara-gara perintah penangkapan imigran ilegal Presiden Donald Trump. ‘’Kami belum melihat penggrebekan, tapi banyak yang sudah paranoid dan ketakutan,’’ tutur Dan Fazio, eksekutif direktur WAFLA.

WAFLA, singkatan dari Washington Farm Labor Association yang mengurus izin visa kerja H-2A bagi para pekerja resmi yang didatangkan dari negara-negara tetangga AS. ‘’Kami telah mendapatkan izin kerja bagi 10 ribu orang,’’ tutur Dan Fazio. Para pekerja resmi ini diangkut langsung dari negara asal – kebanyakan dari Mexico – menggunakan bis dan dipekerjakan di perkebunan yang tersebar di beberapa negara bagian AS. Di antaranya di negara bagian Washington (bukan ibukota AS), North Carolina, perkebunan organik di Pennsylvania bahkan di perkebunan anggur Trump Winery milik Eric Trump di Virginia.

Biasanya, para buruh kasar itu dipekerjakan selama 10 bulan, dan dikembalikan ke negara asalnya. Gajinya pun berkisar $ 12,57 per jam sesuai upah minimum di California, lebih besar ketimbang pekerja gelap yang rata-rata $ 8.00 per jam. Para pengusaha perkebunan juga diwajibkan menampung para pekerja itu di asrama dan menyediakan transportasi.

‘’Saya bersyukur pada pengusaha perkebunan North Carolina dan Organisasi Komite Pekerja Pertanian,’’ tutur Felipe Montan. Pekerja kasar asal Veracruz, Mexico itu menambahkan, ‘’Saya bisa memperbaiki rumah, menyekolahkan anak-anak, salah satu di antaranya sudah kuliah di universitas,’’ sambung Felipe Montan.

 

Sejak tahun lalu, 160 ribu pekerjaan perkebunan diisi oleh pekerja musiman ini. Dan, jumlah itu hanya 10 persen dari kebutuhan tenaga kerja di perkebunan anggrek, anggur, merawat tanaman dan panen. Dalam lima tahun ke depan, jumlah itu akan berlipat ganda. Yang jadi kendala, apakah departemen tenaga kerja punya tenaga untuk memproses permohonan visa H-2A itu. (DP)

.

Recent Posts

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

4 days ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

6 days ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

1 week ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

2 weeks ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

4 weeks ago