Lalit Patidar bukanlah seekor serigala, walaupun wajahnya berbulu lebat. Bocah 13 tahun yang lahir di Madhya Pradesh, India itu, menderita penyakit bernama ‘Werewolf Syndrome’. Sebuah kondisi di mana wajah, dan anggota badannya ditumbuhi bulu lebat seperti binatang. Dan kondisi ini tidak dapat disembuhkan.
”Saya lahir dengan bulu lebat, karena itu saya tampil beda,” kata Lalit Paridar, seperti dilaporkan Harian Kaleej Times. ”Kadang saya ingin seperti anak-anak lain, tapi saya terima adanya,” lanjut bocah yang punya kebiasaan normal seperti bocah lainnya. Seperti bercanda, bermain sepakbola, bermain game atau permainan lainnya.
Menurut Babulai Makwana, kepala sekolahnya, Lalit telah bersekolah sejak beberapa tahun lalu. ”Dia terkenal dan teman-temannya suka padanya,” kata Babulai. Bahkan, kata gurunya, murid lelakinya itu juga kadang nakal juga. Maklum, meski memiliki kelainan, Lalit memiliki kepercayaan diri cukup tinggi sehingga ia tidak rendah diri di antara teman-temannya. ”Saya ingin jadi polisi dan menangkap pencuri dan menjebloskan ke penjara,” kata Lalit menceritakan cita-citanya.
Pada saat Lalit lahir, ibunya kaget mendapati bayinya memiliki bulu lebat. ”Kami minta dokter anak untuk memeriksanya, kenapa banyak bulunya,” tutur Parvatibai Patidar, ibunya. Bahkan Banklatlal Patidar, ayahnya membawa bayinya ke sebuah rumah sakit di Vadodara, Madhya Pradesh, India, dan diperiksa oleh sejumlah dokter ahli. Namun, dokter menyatakan tak ada kelainan pada bayi berbulu lebat itu, dan tak perlu sering-sering dicukur, karena bulunya akan menebal kembali.
Hingga kini, Lalit Patidar tetap riang gembira seperti bocah lainnya. Ia tetap bermain dengan teman-temannya. (DP)
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…