Pusat Intelijen Dunia Terbesar Dunia Diresmikan di Berlin, Jerman

Pusat Intelijen terbesar dunia diresmikan di Berlin, Jerman Jumat lalu. ”Jerman membutuhkan badan intelijen asing yang kuat dan efisien, dan memainkan peranan sangat penting dari sebelumnya,” kata Kanselir Jerman Angela Merkel saat meresmikan kantor itu.

 

The Guardian mengabarkan, kantor pusat Badan Intelijen Federal Jerman, BND itu, dibangun selama 12 tahun dan menghabiskan dana sebesar $ 113 miliar, atau sekitar Rp 158 triliun. Di dalam gedung seluas 36 kali lapangan sepakbola itu, menampung 4 ribu karyawan dan personil intelijen setiap harinya. Badan Federal Intelijen Jerman memiliki 6.500 personil yang bertugas di seluruh dunia.

Seluruh peralatan komunikasi elektronik mulai telpon seluler, laptop dan komputer pribadi, juga email serta media sosial pribadi dilarang digunakan di dalam gedung yang tak jauh dari lokasi Tembok Berlin itu. Usai bertugas, seluruh kartu pengenal yang dilengkapi akses masuk, wajib disimpan kembali di peti besi.

”Bangunan itu menggunakan 135 ribu meter kubik beton, dan 20 ribu ton tiang pancang. Di sana terdapat 14 ribu jendela dan 12 ribu pintu masuk,” tulis BND. Bangunan yang mirip penjara itu, awalnya adalah bangunan paling rahasia di Jerman. Di dalamnya terdapat barak-barak polisi yang dihancurkan selama Perang Dunia II. Kemudian menjadi stadion olahraga Jerman Timur, dan dihancurkan sebagai bagian dari kegiatan Olimpiade Tahun 2000.

Meski begitu, tidak berarti bangunan itu anti-pencuri. Pada tahun 2015 sekelompok pencuri menggasak kran dan pipa toilet yang terpasang di dalam gedung itu, sehingga bangunan itu hancur di beberapa bagian terkena banjir akibat pipa bocor. Oleh media setempat, peristiwa itu diebut ‘Watergate’ meminjam kasus jatuhnya Richard Nixon dari kursi kepresidenan AS, tahun 1972.

Kantor BND itu dijadualkan selesai pembangunannya pada 2012, namun tertunda hingga 2019 karena masalah konstruksi dan lainnya. (DP).

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago