Categories: MilitaryTechnology

Israel Gunakan Senjata ‘Pemekak Telinga’ Hadapi Demonstran Palestina

Departemen Pertahanan Israel menggunakan senjata baru menghadapi aksi protes warga Palestina. Senjata baru bernama Sha’aga atau senjata pemekak telinga itu berbentuk seperti terompet raksasa yang mampu mengirimkan gelombang radio berfrekuensi tinggi.

Senjata tersebut, juga bakal memekakkan telinga para demonstran. Bahkan, semakin lama para demonstran bertahan, maka telinga mereka akan tuli.

”Senjata Sha’aga diakui sangat efektif oleh serdadu Israel yang menggunakannya untuk menghalau para demonstran Palestina baru-baru ini,” tulis situs berita Israel Arutz 7.

Pekan lalu, puluhan ribu demontran Palestina melakukan aksi protes dekat perbatasan Israel, untuk memperingati perayaan setahun, aksi kekerasan di Jalur Gaza. Senjata yang mampu mengaum keras-keras itu, mampu menghalau para penyusup Arab ke wilayah pemukiman Israel.

Senjata pengaum itu akhirnya dikembangkan oleh industri pertahanan Israel, karena AS tidak menyetujui penjualan senjata yang tak mematikan tersebut. Sejak beberapa tahun lalu, AS telah mengembangkan senjata pemekak telinga Long Range Acoustic Device (LRAD) dan digunakan untuk membubarkan para demonstran dalam pertemuan G20 di Pittsburgh, tahun 2009 lalu.  Oleh AS, senjata LRAD tersebut digunakan untuk kepentingan sendiri, dan tidak dijual ke luar negeri.(DP).

.

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

3 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

4 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago