Harga BBM di Los Angeles, California Melejit Setinggi $ 4.00 per Galon

Harga bensin di Los Angeles, California meroket hingga $ 4.00 per galon akhir pekan ini. Harga BBM yang setara dengan Rp 14 ribu per liternya itu, jauh melebihi harga rata-rata di sejumlah kota besar AS yang hampir menyentuh $ 3.00 per galon.

Menurut saluran televisi KTLA Los Angeles, kenaikan harga BBM dipicu oleh dua faktor penting. Pertama, AS kesulitan mengimpor bahan bakar minyak dari sejumlah negara pengekspor minyak. Dan kedua, terjadi kerusakan di sejumlah pengilangan minyak AS.

”Dari 10 pengilangan besar di California, 6 di antaranya tiba-tiba mengalami kerusakan atau masih diperbaiki,” tutur Jeffrey Spring, jurubicara Auto Club, yang memantau harga BBM. ”Enam di antara pengilangan itu berlokasi di Southern California,” lanjutnya.

Parahnya lagi, menurut Jeffrey Spring, cadangan BBM di LA menyusut sekitar 2 juta barrel. ”Angka itu saya dapatkan dari US Energy Information Administration,” tambahnya. Sementara itu, menurutnya, ”Sebuah sumber melaporkan ke Badan Informasi Harga Minyak AS, bahwa South Carolina tidak lagi menerima pasokan minyak impor sejak pekan lalu,” tutur Jeffrey Spring.

Karena itu, Asosiasi Kendaraan Bermotor Amerika, AAA mengimbau para pengendara agar menghemat bahan bakar. Anrara lain tidak ngebut, sehingga kendaraannya tidak mengkonsumsi banyak BBM. Jangan menggunakan AC berlebihan, kecuali memang membutuhkan, dan tidak memuati kendaraan dengan barang-barang berat.

Cara berkendara juga mempengaruhi dompet pengemudi. ”Tak perlu memanaskan kendaraan di pagi hari, karena kendaraan produksi tahun 2000 ke atas telah dilengkapi dengan pemanas mesin otomatis,” ujar Megan McKernan, manajer pusat riset AAA.

Saat terbaik membeli BBM adalah hari Senin dan Selasa, dan hindari hari-hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Pengendara juga diimbau untuk mencari pompa bensin yang lebih murah di daerahnya. (DP).

.

Recent Posts

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

8 hours ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

3 weeks ago

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

4 weeks ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

1 month ago