Categories: Economy

Ratusan Ribu Pemohon Asilum Disebar ke Sejumlah Kota AS

Sekitar 225 ribu imigran pemohon asilum akan disebar ke sejumlah negara bagian di AS. Sekitar 90 persen dari jumlah itu akan dikirim dengan pesawat udara, dan sebagian lainnya dengan kendaraan darat.

 

American Military News mengabarkan Senin, 20 Mei lalu, langkah itu dilakukan Pemerintahan Presiden Trump karena fasilitas penampungan imigran tidak mampu menampung para pemohon asilum. Maklum, sejauh ini tercatat 800 ribu kasus asilum masih menunggu proses pengadilan. Dan jumlah itu semakin meningkat dengan kedatangan para imigran dari Amerika Tengah yang masuk ke AS sejak Oktober 2018.

”Jumlah keluarga dan anak-anak pemohon suaka dari Guatemala, Honduras dan El Savador semakin tak terbendung lagi,” tutur seorang petugas Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kepada CNN. ”Sebanyak 58 ribu keluarga ditahan di perbatasan Selatan AS, sejak April lalu,” lanjutnya. Dan hal itu menyebabkan fasilitas tahanan imigran penuh sesak. ”Banyak dari mereka harus dipindahkan ke fasilitas sementara untuk waktu lama,” lanjutnya.

Karena itu tak heran bila Petugas Penjaga Perbatasan mulai memindahkan para imigran ke kota-kota lain. Setiap hari ada tiga pesawat penumpang umum mengangkut para imigran dari Rio Grande Valley ke San Diego.

Petugas Imigrasi dan Beacukai, ICE kini tengah mencari kontraktor swasta untuk menangani pengiriman imigran menggunakan pesawat terbang. Kontraktor yang ditunjuk harus mampu menyediakan pesawat untuk mengangkut 60 ribu imigran setiap tahun selama lima tahun mendatang, selama kasus mereka diproses di pengadilan. (DP).

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago