Categories: EventsPolitics

TEMPO Bongkar Skenario 22 Mei dan Keterlibatan Mantan Danjen Kopassus Soenarko

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus, Soenarko terlibat dalam pengiriman senjata untuk demonstrasi 22 Mei lalu. Hal itu diungkap Majalah TEMPO dalam laporan utamanya di edisi 26 Mei 2019. Berikut ini beberapa cuplikannya:

 

”Sepekan sebelum batas akhir penetapan hasil Pemilihan Umum pada 22 Mei 2019, Soenarko mencak-mencak terhadap Heriansyah, anak buahnya yang bermukim di Aceh. Bekas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu menanyakan alasan paket senjata dari Aceh tak kunjung dikirim ke Jakarta, padahal sudah dipesan sejak beberapa bulan sebelumnya. Heriansyah kemudian mengirimkan pesanan tersebut. Tapi, sebelum senapan laras panjang itu sampai ke tangan Soenarko, aparat mencegatnya.

Meski pengiriman senjata terbongkar pada 15 Mei, baru lima hari kemudian tim gabungan polisi militer dan Polri memeriksa Soenarko. Pada Senin malam, 20 Mei, awalnya, Soenarko dipanggil sebagai saksi untuk ZN dan BP di markas Pusat Polisi Militer TNI di Cilangkap, Jakarta Timur.

Menurut narasumber yang mengetahui pemeriksaan itu, Soenarko mengakui senjata yang dipaketkan dari Aceh adalah miliknya. Kepada penyidik, dia mengatakan, “Saya mau memperbaiki senjata itu, tapi memang tak ada surat-suratnya.” Soenarko kini ditahan di rumah tahanan militer di Guntur, Jakarta Selatan.

TEMPO juga mengungkapkan, dari kediaman Soenarko berhasil disita senjata produksi Olympic, pabrik senjata yang berbasis di Washington, DC, Amerika Serikat. Di situsnya, www.olyarms.com, seri senapan serbu M4 Carbine sebagaimana yang disita dari Soenarko dibanderol paling murah US$ 843 atau sekitar Rp 12,5 juta. “Seri itu bukan tipikal senjata untuk polisi kita,” kata Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan.

Dalam laporan utama itu, TEMPO juga mengungkapkan ada sekitar 1000 orang mengenakan masker yang menutupi setengah wajah. Kantong mata mereka terlihat diolesi odol yang dipercaya bisa menghalau efek gas air mata.

Ketika massa mulai bergerak ke arah kantor Bawaslu, ada pengunjuk rasa yang membagi-bagikan batu berukuran lebih besar daripada kepalan tangan pria dewasa kepada rekannya. Sebagian membawa tongkat kayu.

Mereka mengomando demonstran untuk maju dan meneriakkan “serbu!” berulang-ulang. Saat polisi pasif, orang-orang yang sama mengajak massa kembali menyerang. “Pelurunya udah habis. Ayo serang!” kata salah seorang demonstran. Baca selengkapnya di majalah TEMPO: Paket Tas Raket dan Skenario 22 Mei.

 

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

1 week ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

2 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

3 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

4 weeks ago