Petugas ICE Akan Gelar Operasi Imigran Ilegal Minggu 23 Juni 2019

Ada kabar, operasi penggrebegan imigran ilegal akan digelar pada hari Minggu 23 Juni 2019. Operasi kali ini diperkirakan akan berlangsung di 10 kota besar AS: Atlanta, Baltimore, Chicago, Denver, Houston, Los Angeles, Miami, New Orleans, New York dan San Francisco.

Untuk operasi kali ini, yang menjadi sasaran adalah mereka yang kasus permohonan asilum atau suaka politiknya, telah ditolak di pengadilan. Dengan demikian, mereka harus meninggalkan AS. Sejauh ini tercatat 2000 pemohon asilum yang telah diputuskan kasusnya secara absentia, karena mereka tidak hadir di pengadilan.

Menurut sumber CNN, kantor imigrasi AS telah mengirimkan surat ke alamat masing-masing yang isinya minta agar mereka melapor ke kantor-kantor ICE, Februari silam. Namun, sebagian besar dari mereka, tidak menerima surat pemberitahuan itu, karena berbagai hal. Di antaranya telah pindah ke alamat lain, atau memang bersembunyi. ‘’Kami telah berupaya untuk berkomunikasi dengan mereka,’’ ujar Mark Morgan, pejabat sementara Kepala ICE, kepada CNN.

Sementara itu, petugas lapangan dikabarkan juga bersiap diri. Mereka diberi pengarahan tentang operasi penggrebegan kali ini. Terutama bagi para orang tua imigran yang anak-anaknya telah menjadi warganegara AS.

Orang tua mereka, akan diberi kesempatan untuk bersama dengan anak-anak mereka, dengan cara dipasangi borgol elektronik di kakinya. Sedangkan imigran illegal lain yang tak punya anak, akan dikirim ke tahanan imigrasi. ‘’Pada prinsipnya kami tidak akan memisahkan orang tua dengan anak-anaknya,’’ tutur seorang petugas ICE.

Sedangkan para imigran yang ditahan, akan dikirim ke rumah-rumah tahanan imigrasi. Petugas ICE akan menghubungi kantor perwakilan masing-masing negara agar mereka diberi paspor agar bisa dipulangkan ke tanah airnya.

Menurut data ICE jumlah imigran yang dideportasi mencapai 256 ribu orang selama tahun 2017 dan 2018. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan jumlah imigran yang dideportasi di masa Pemerintahan Presiden Barrack Obama yang jumlanya mencapai lebih dari 400 ribu orang.

 

CNN mengungkapkan, terbatasnya dana dan petugas imigrasi membuat upaya deportasi berlangsung lama dan alot. Permintaan Gedung Putih untuk menambah dana $ 4,5 miliar belum disetujui Kongres. Padahal dana itu untuk menaggulangi biaya tambahan senilai $ 33,7 juta untuk transportasi dan operasi penggrebegan ICE. Belum lagi biaya $ 340 juta untuk menambah peralatan tempat tidur di sejumlah rumah tahanan imigrasi.

Baca juga: Kekurangan Fasilitas Tahanan, Ribuan Imigran Dilepas.

Karena itu jangan heran bila penangkapan imigran gelap – yang bukan pemohon asilum – masih berlangsung lama. Jadi, jangan panik. Waspada dan mawas diri serta berhati-hati menabung untuk mempersiapkan diri. (DP).

.

Recent Posts

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

4 days ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

1 week ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 month ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

1 month ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 month ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 months ago