Lee Iacocca, tokoh legendaris industri mobil AS wafat pukul 7.30 pagi di kediamannya di Bel Air, Los Angeles, California, Selasa 2 Juli 2019.
Lelaki bernama asli Lido Anthony Iacocca yang pernah menjadi CEO perusahaan mobil Chrysler pada tahun 1980-an itu dikenal sebagai penjual mobil paling sukses abad ke-20, dengan penjualan sebanyak 2 juta unit.
Lee Iacocca kelahiran Allentown, Pennsylvania 94 tahun lalu itu dikenal tokoh otomotif kontroversial. Sebelum sukses dengan penjualan mobil Chrysler, Lee pernah dipecat dari perusahaan mobil Ford karena skandal meledaknya tangki mobil produk Mustang Ford. Sebelumnya, ia dan sejumlah direksi mengetahui insiden tersebut.
Putra imigran Italia itu meraih gelar Master dari Princeton, dan terjun ke bisnis mobil pada 1946. Setelah dipecat dari Ford, Lee Iacocca kemudian berjasa membangun mobil konvertibel merk Chrysler LeBaron. Ia tampil sendiri di iklan Chrysler pada tahun 1980-an.
Lee Iacocca berhasil meyakinkan Kongres AS yang kala itu skeptis dengan pabrik mobil yang nyaris bangkrut itu, dengan pinjaman sejumlah bank AS. Dan pada 1983, Lee Iacocca berhasil melunasi utangnya dengan cek bernilai $ 813, 487, 500. Kelak, Chrysler tetap berkibar namanya melalui kerjasama dengan produsen mobil Fiat dan sampai kini Chrysler mengakuisisi American Motor dan tetap berperan di bisnis otomotif dengan produk Jeep.
Lee Iacocca lalu pensiun pada 1992. Di luar bidang otomotif, Lee Iacocca pernah ditunjuk Presiden Ronald Reagan mengepalai yayasan yang merenovasi Statue of Liberty dan mendirikan Olivio, penghasil minyak zaitun dan ia menyumbangkan seluruh penjualannya ke badan riset diabetes. Lee tampil di beberapa iklan mobil, di antaranya tampil bersama Snoop Dog di iklan, dan tentu saja sejumlah buku otobiografinya yang laku keras. (DP)
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…