51 Kontestan Ikut Pagelaran ‘Amerika Berkebaya’ di AS

Tingginya angka warga yang terpapar Covid-19 di Amerika Serikat tidak mengurangi semangat warga Indonesia yang tergabung dalam organisasi Amerika Bersatu untuk tetap saling menjalin silaturahmi secara virtual. Setelah sukses mengadakan acara “Berpacu Dalam Melodi” secara virtual seminggu yang lalu, kali ini, para warga mengadakan acara “Amerika Berkebaya” pada Sabtu, 19 April.
Acara ini diramaikan oleh 51 kontestan berbagai usia dari 30 kota di seluruh dunia. Bukan hanya dari Amerika Serikat dan Indonesia, tapi juga dari Australia, Meksiko, dan Kanada, dan dihadiri oleh Dubes RI untuk PBB Dian Triansyah Djani dan Ibu Yanti Djani, serta Konsul Jenderal RI di New York Arifi Saiman dan Ibu Endang Arifi.  Sekitar 800 pemirsa memberikan suaranya untuk pemilihan pemenang favorit.
Harry Darsono, desainer adibusana legendaris yang pernah merancang busana untuk Lady Di dari Inggris bertindak sebagai juri dan hadir secara virtual langsung dari Bali, dan sempat menjawab beberapa pertanyaan dari para hadirin.
“Saya percaya apapun yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Saya bersedia turut aktif pada acara ini karena saya ingin memberi semangat pada anak-anak muda ini. Di saat-saat seperti ini, acara seperti ini adalah sebuah celebration of life dalam misi kemanusiaan. Selamat berkreasi sebebas-bebasnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Turut hadir pada acara ini artis senior James F. Sundah dan Nuri Auger, seorang penggiat kebaya dari Maryland, Amerika Serikat.
Adapun para pemenangnya adalah sebagai berikut:
Wanita, Kebaya untuk busana pesta
1. Anastasia Taroreh dari Virginia
2. Gaby Sukmono dari Connectiut
Wanita, Kebaya untuk busana casual
1. Cicilia Nina dari Jakarta, Indonesia
2. Naira dari Washington State
Pria, Kostum Nusantara
1. Butce Lie dari California
2. Luthfi Madjid dari New York
Pemenang Favorit: Gaby Sukmono dari Connecticut
Honorable Mention: Agus Balthazar dari Washington, D.C.

Tricia Sumarijanto, selaku penggagas acara menjelaskan bahwa ia berharap acara ini menjadi sebuah momentum bagi seluruh warga untuk senantiasa mengedepankan solidaritas dan kepedulian akan satu sama lain, sembari melakukan kegiatan kebudayaan. “Pada kesempatan ini juga, saya ingin mengajak kita semua untuk mengedapankan solidaritas, kepedulian akan satu sama lain, sembari melakukan promosi untuk Indonesia,” ujarnya.
Gaby Sukmono dari Connecticut yang memborong dua kategori sekaligus menjelaskan, “Kegiatan ini sangat memotivasi saya untuk terus mencintai budaya Indonesia meski saya tinggal di Amerika Serikat. Sebagai diaspora Indonesia yang hidup di dua dunia, Amerika Serikat dan Indonesia, kegiatan ini menjadi obat kangen saya terhadap Indonesia,” jelas Gaby yang baru berusia 20 tahun ini.

Lain halnya dengan Agus Balthazar dari Washington, D.C. yang secara khusus mendapatkan
“Honorable Mention” dari Harry Darsono. “Meskipun saya sudah lama tinggal di Amerika Serikat, saya bangga ikut turut bisa memperkenalkan corak dan budaya Indonesia melalui busana daerah pada setiap kesempatan yang saya miliki,” tandasnya. Pada kompetisi kali ini, Agus menggunakan atasan Sulam Usus dari Lampung dan Udeng Bali yang ia desain dan jahit sendiri.

Kegiatan ini terselenggara dengan sangat meriah meskipun dengan segala keterbatasan teknologi. Kevin Herjono, anak muda Indonesia yang juga salah satu penggarap film “Terminator 6” dan penanggung jawab multimedia pada acara ini percaya bahwa kolaborasi lewat internet akan menjadi kebudayaan baru setelah ini Covid-19. “Kami yakin acara berikutnya pasti akan dapat lebih baik lagi. Saya yakin, metode kolaborasi seperti ini akan menjadi the new normal mulai dari sekarang.”  (Lia Sundah Suntoso)
.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

3 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

5 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago