Categories: MilitaryPolitics

Wajah Korlap, Provokator & Anggota ANTIFA di antara Demonstran

Tiga orang perusuh dan satu korlap aksi kekerasan ditangkap pihak kepolisian AS dari berbagai kota.

Perusuh pertama adalah Brian Jordan Bartels, yang ditangkap di Pittsburgh karena menyulut kekerasan saat protes berlangsung. Harian Dailly Caller menyebutkan remaja berusia 20 tahun itu, membakar mobil polisi setelah disemprot dengan cat. Seorang wanita sempat mencegah aksi Brian itu, tapi ia malah menunjukkan jari tengahnya dan menghancurkan jendela mobil polisi.

Setelah polisi mengenali identitasnya, polisi menyerbu rumahnya. Dalam penggrebekan itu, polisi menemukan dua pistol, enam kaleng cat semprot dan kaos T-shirt yang dipakai pada saat melakukan aksinya.

Hari Senin kemarin, kedua orang tuanya mengantar Brian untuk menyerahkan diri ke kantor polisi setempat. Cuitan Twitter dari Jason Howerton, menyebutkan Brian adalah ‘Antifa Kid’ yang konon diterjunkan untuk meletupkan kerusuhan. Sejauh ini, hal itu masih belum dikonfirmasi pihak kepolisian.

Polisi Columbus, Ohio berhasil melakukan identifikasi seorang lelaki yang diduga menjadi koordinator lapangan. Lelaki berambut keriting berkulit putih itu, tengah memberi arahan kepada massa untuk mencari segala sesuatu yang bisa dibakar. Termasuk tiga meja piknik.

Business Insider memuat Video Angela.Kay menunjukkan lelaki ini adalah koordinator lapangan kelompok Antifa. ”Saya melihat dia membayar orang untuk melakukan aksi kerusuhan dan menghancurkan fasilitas umum”. Siapapun yang tahu tentang lelaki diminta menelepon 614-645-4545.

Yang mengejutkan, sebuah video menunjukkan bocah-bocah belasan tahun ikut diterjunkan pasukan Garda Nasional yang ditugaskan ke Georgia dan Minnesota. Pihak Garda Nasional menyebutkan, mereka berusia antara 18 – 20 tahun.

Namun, warga setempat tidak percaya dengan penjelasan itu, mengingat rekaman video yang disiarkan itu adalah anggota milisi dari Lenox Mall itu berusia sangat muda. Unggahan video itu diklik sampai 187 ribu kali. ”Benar-benar aneh. Anak itu kelihatan baru berusia 12 atau 14 tahun,” bunyi suara perekam video itu. (DP)

.

Recent Posts

AS Bongkar Jaringan Scam Asia Tenggara

Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…

2 days ago

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

6 days ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

7 days ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

1 week ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 weeks ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

4 weeks ago