Sutradara Francis Ford Coppola Bikin Versi Baru ‘The Godfather Part III’

Francis Ford Coppola mengumumkan akan membuat versi baru ‘The Godfather: Part III’ yang akan memberi kesimpulan lebih tepat dibandingkan versi sekarang. Menurut situs cos.net Kamis 3 September 2020 lalu, versi baru itu diberi judul cukup panjang: ‘Mario Puzo’s The Godfather, Coda: The Death of Michael Corleone’.

 

Dalam pernyataan persnya Ford Coppola mengungkapkan, ”Versi baru ini merupakan pengakuan Mario, yang sesuai dengan pilihan dan niat saya melahirkan The Godfather III,” tuturnya.

Untuk versi baru ini, Coppola mengubah total cerita awal dan akhir skenario menjadi benar-benar baru. Sutradara berusia 81 tahun itu, bersama timnya, merangkai kembali pita negatif film yang tersimpan dalam 300 kotak karton.

Tak cuma itu, mereka berhasil mengganti 50 optik resolusi rendah dan menghilangkan noda, guratan dan cacat lainnya, yang tidak dapat digunakan dalam teknologi baru. Bahkan audio film ini bisa tampil lebih canggih dibandingkan versi sebelumnya. ”Dengan demikian untuk versi final ini lebih cocok dibandingkan versi sebelumnya,” tutur Francis Coppola.

Sebelumnya, sutradara kelahiran Detroit, Michigan itu pernah membenahi The Godfather I dan II pada tahun 2008. Coppola yang meraih tiga penghargaan Academy Award untuk filmnya itu, pernah melakukan hal serupa atas film-film lainnya seperti Apocalypse Now dan The Cotton Club.

Di samping itu, Francis Ford Coppola akan menggarap proyek barunya. Yakni memproduksi film baru berjudul Megalopolis. Menurutnya, film baru itu semacam proyek penggarapan 30 tahun yang diidam-idamkannya. Setting ceritanya sekitar bangunan-bangunan arsitek kota New York, setelah terkena bencana.

Sedangkan preview film The Godfather, Coda akan digelar di beberapa teater pada Desember mendatang, sebelum resmi diedarkan. (DP)

.

View Comments

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

4 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago