“PBB bukan sekadar sebuah gedung di Kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mewujudkan perdamaian dan kemakmuran dunia bagi generasi mendatang!”
Hal itu diucapkan Presiden RI, Joko Widodo dalam pidatonya secara virtual di depan Sidang Umum PBB Rabu 23 September 2020. ”Jangan lupa kita semua punya tanggung jawab untuk kontribusi menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia,” tambah Presiden Joko Widodo.
Selanjutnya, Presiden Joko Widodo menggaris bawahi bahwa Indonesia memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan dalam organisasi dan multilateralisme. Selain itu, Indonesia mencatat bahwa 2020 juga menandai peringatan 75 tahun kemerdekaan Indonesia, dan Indonesia akan terus berkontribusi pada perdamaian dunia. “Indonesia akan terus memainkan peran pembangun jembatan, sebagai bagian dari solusi,” katanya.
Untuk itu Pemimpin Indonesia berusia 59 tabun tersebut menyerukan kerja sama untuk melawan COVID-19, harus diperkuat. Baik dalam mengatasi dampak kesehatan maupun sosial ekonominya. ”Vaksin akan menjadi pengubah peranannya, dan perlunya bekerja sama untuk memastikan semua negara memiliki akses yang sama ke vaksin yang aman, dengan harga terjangkau,” katanya.
Sistem kesehatan global yang tangguh, berdasarkan sistem kesehatan nasional yang kuat, akan menentukan masa depan, lanjut Presiden Joko Widodo. Perlu dicatat mencatat juga bahwa upaya merevitalisasi ekonomi harus memprioritaskan kesehatan semua warga dunia.
“Dunia yang sehat, dunia yang produktif, perlu menjadi prioritas kami. Semua ini hanya akan tercapai jika kita semua melanjutkan, ‘untuk bekerja sama, bekerja sama, dan bekerja sama’,” tegasnya.
Pidato lengkapnya, bisa disimak dari video di halaman ini. (DP)
Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…
Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
View Comments
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.