Vaksin Covid-19 Dikirim ke Seluruh AS Mulai Senin pekan depan

Vaksin Covid-19 pertama akan tiba di sejumlah negara bagian AS, Senin 14 Desember 2020. Sejumlah truk milik UPS dan FedEx mulai bergerak mendistribusikan vaksin tersebut ke 150 pusat-pusat distribusi di seluruh AS. Esok harinya, 425 lokasi akan mendapat giliran menerima kiriman dan 66 lokasi lainnya akan dikirim pada hari Rabu, 16 Desember 2020.

Sekitar 3 juta dosis vaksin direncanakan akan dikirim ke seluruh AS. Tak diketahui di mana vaksin pertama akan disuntikkan. Para pekerja kesehatan, jururawat dan warga manula yang tinggal di rumah jompo akan menjadi prioritas utama. ”Pihak otoritas kesehatan yang akan menentukan,” ujar Jenderal Gustave Perna, Direktur Operation Swap Speed yang ditugasi Presiden Donald Trump untuk menangani program vaksinasi AS ini.

Sementara itu, MainHealth jaringan 12 rumah sakit berbasis di Portland, Oregon, direncanakan mendapatkan kiriman 2000 vaksin pertama. Mereka yang mendapatkan suntikan pertama adalah para dokter, perawat dan mereka yang menghadapi resiko tinggi karena menangani para pasien Covid-19. ”Vaksin ini memberi kami secercah cahaya di akhir terowongan,” kata Dr. Dora Mills, kepala peningkatan kesehatan MainHealth.

Para pekerja di Rumah Sakit Mount Sinai di New York mempersiapkan lokasi untuk menerima pengiriman vaksin. Di sebuah ruang yang bersih, seorang karyawan tengah melakukan latihan memisahkan sejumlah peralatan untuk menyuntikkan vaksin. Mereka juga memastikan bahwa suhu udara di dalam lemari pendingin untuk menyimpan vaksin, harus lebih dingin dari suhu udara Antartika yang kini sekitar minus 27 derajat Celcius.

Pekan depan FDA, Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan AS akan mengevaluasi pengiriman vaksin kedua dari Moderna. Pengiriman pertama dilakukan oleh Pfizer, perusahaan obat multinasional AS, dan salah satu perusahaan farmasi terbesar dunia. ”Kami masih mempelajari lebih jauh, dan kami akan mengawasi secara ketat untuk mengetahui reaksi alergi vaksin tersebut,” kata Peter Marks, Direktur Vaksin FDA.

Pekan lalu, Gedung Putih mengungkapkan akan menambah 100 juta vaksin tambahan dari Pfizer untuk didistribusikan pada kuartal pertama tahun 2021. Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump berkeras bahwa pemesanan 100 juta vaksin dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan di AS sampai kuartal kedua tahun depan. (AP/DP)

 

.

View Comments

Recent Posts

AS Bongkar Jaringan Scam Asia Tenggara

Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…

1 day ago

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

5 days ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

6 days ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

1 week ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 weeks ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

4 weeks ago