Categories: AchievementEducation

Sepeda Motor Gunung Dilarang di Tengah Kota Philadelphia

Dewan Perwakilan Rakyat Kota Philadelphia berhasil menelurkan rancangan Undang-undang baru yang melarang penggunaan sepeda motor gunung atau Dirt Bike untuk digunakan di dalam kota. RUU yang rencananya akan disahkan dalam waktu dekat ini, mengubah UU terdahulu yang memberi denda $ 2000 (sekitar Rp 28 juta) bagi para pengguna Dirt Bike di jalan umum.

‘’Sudah menjadi kasus keselamatan bersama,’’ tutur Alan Domb, anggota DPRD yang menjadi salah satu sponsor utama RUU itu. ‘’Bukan hanya keamanan bagi penduduk setempat, melainkan juga keselamatan bagi penggunanya,’’ sambung Alan Domb.

Para pengguna ATV atau All Terrain Vehicle, sepeda motor gunung beroda empat atau tiga itu, unjuk gigi di jalan raya Philadelphia. Di awal musim semi yang hangat atau musim panas, mereka yang sebagian kawula muda berusia belasan tahun, berparade di sepanjang jalan utama Broad Street. Banyak di antaranya mengangkat roda depannya selagi berpacu di jalan raya, dan mengerang-erangkan gasnya hingga terdengar sangat berisik.

Meski sudah menjadi kultur dan kebiasaan di Philadelphia sejak dulu, namun mengerang-erangkan gas saat melaju, membuat suasana sangat berisik dan menakutkan. Banyak peristiwa dibarengi dengan menerabas arah jalan sebaliknya, sehingga mengganggu pengguna lalu lintas lainnnya.

‘’Rombongan pengguna Dirt Bikes itu bahkan melewati kawasan penduduk, dan melalui jalan-jalan setapak bagi pejalan kaki, bahkan keluar dari jalur lalu lintas,’’ ujar Francis Healy penasehat utama Kepala Kepolisian Philadelphia, Danielle Outlaw.

‘’Hal itu menyebabkan penduduk traumatis. Mereka lari tunggang langgang kala mendengar bunyi mesin sepeda motor yang berisik itu,’’ lanjutnya kepada Radio WHYY. Awal Mei silam, polisi menyita 200 sepeda motor gunung itu dan memberikan denda sebesar US$ 2000 kepada pengendaranya.

Tapi ada yang mengecam RUU yang akan disahkan dan ditanda tangani Walikota Philadelphia Jim Kenney itu. Pendeta Mark Kelly Tyler pemimpin Gereja Bethel AME Church meragukan, larangan itu mampu menghentikan anak-anak muda berhenti berpacu di jalan raya. ‘’Terlalu berlebihan, dan hal itu bukan solusi yang jitu,’’ katanya.

Pemimpin gereja itu mengusulkan agar para remaja diberi tempat atau lokasi yang luas untuk menyalurkan bakatnya berkendara sepeda motor gunung. ‘’Perasaanku mengatakan, setelah krisis ini mereda, mereka akan muncul lagi,’’ katanya kepada WHYY. (DP).

.

View Comments

Recent Posts

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 days ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

5 days ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

3 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

3 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

4 weeks ago