‘’Saya bersyukur dalam usia Tempo 50 Tahun, Mas HT 90 Tahun, dan saya 80 tahun. Saya juga bersyukur dia bersama kita selama setengah abad ini. Dengan ingatan yang tak tertandingi tajamnya, dia adalah khasanah sejarah kita.’’
Itulah sepenggal prolog yang ditulis Goenawan Mohamad dalam buku biografi ‘’Harjoko Trisnadi: Dari Jurnalis Mengelola Bisnis’’ yang diluncurkan Selasa 22 Juni 2021.
Hari itu, majalah Indonesianlantern.com menggelar peringatan Ulang Tahun Harjoko Trisnadi ke-91, secara daring, sekaligus peluncuran buku biografinya. Lebih dari 70 orang ikut menghadiri acara yang berlangsung selama 2 jam. Selain para mantan pimpinan Majalah Berita Mingguan TEMPO, seperti Goenawan Mohamad, Christianto Wibisono, dan mantan anggota redaksi TEMPO lainnya, belasan anggota keluarga Harjoko Trisnadi ikut hadir di acara itu. Termasuk dua cucunya yang sedang kuliah di New York, AS dan Melbourne, Australia.
Tak ketinggalan anggota perkumpulan sosial dan gereja ikut hadir dan sejumlah pengusaha kondang seperti Dahlan Iskan, pendiri Jawa Pos Grup, dan Mantan menteri BUMN Indonesia dan Kemal Gani, pemimpin redaksi Majalah Swa. Tampak hadir pula Arif Zulkifli, Pelaksana Tugas Direktur Utama Tempo Inti Media, Marah Sakti Siregar, salah satu pendiri program acara televisi Cek and Ricek. Malam itu, Yudhistira ANM Massardi membacakan puisi yang diciptakan khusus berjudul: 91 Tahun Pak HT.
Harjoko dilahirkan di Desa Dempet, dekat Kota Demak, Jawa Tengah, dengan nama Joopie Kho Tiang Hoen. Putra keempat dari pasangan Kho Djoen Siang dan Agustin ini, akrab dengan kehidupan petani setempat karena kedua orang tuanya adalah pemilik penggilingan padi.
Harjoko Trisnadi yang suka mengarang sejak di Sekolah Menengah Pertama itu, makin mengembangkan kreativitas menulisnya di Sekolah Menengah Atas. Lebih-lebih setelah sejumlah tulisannya dimuat di Harian lokal Sin Min. Kecintaannya menulis itulah yang membawa Harjoko diterima di Star Weekly. Cerita lengkapnya itu bisa dibaca di buku biografinya berjudul ‘’Harjoko Trisnadi: Dari Jurnalis Mengelola Bisnis’’. Buku ini bisa didapat secara gratis dengan menelepon ke Farida Senjaya, anggota tim buku di nomor telepon +62 8161402033. (DP).
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
View Comments
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.
I don't think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!