Malea Tjandrawidjaja, Aktris Berdarah Indonesia Main di Film ‘After Yang’

Malea Emma Tjandrawidjaja kembali berkibar di Hollywood. Aktris cilik berdarah Indonesia ini berperan menjadi putri adopsi pasangan suami istri dalam film After Yang. 

Film yang diputar awal Maret 2022, adalah film panjang pertama Kogonada. Dalam film itu Malea main bersama bintang tenar Hollywood Colin Farrell dan Jodie Turner-Smith. ‘’Saya mengenal Colin Farrell karena saya menonton filmnya, Dumbo,’’ tutur Malea. ‘’Saya bangga bisa bermain dengannya. Dia baik, dan menganggap saya sebagai teman biasa,’’ lanjut Malea.

Bagi Malea, bermain film bukanlah hal baru. Bocah kelahiran Los Angeles, CA ini sering main di berbagai iklan AS. Di antaranya, Amazon, Lenovo, Kohl’s, hingga Jeep. Selain itu, Malea juga pernah main dalam serial televisi produksi Disney Channel seperti Raven’s Home, 2017 dan Coop and Cami Ask the World setahun kemudian.

Tak cuma itu. Malea juga pernah unjuk kebolehan dalam tarik suara di berbagai acara. Termasuk melantunkan lagu kebangsaan AS dalam pertandingan Football (sepakbola AS) LA Galaxy saat berusia enam tahun. Malea juga pernah diundang menyanyi lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ di sebuah jaringan televisi Indonesia.

‘’Menyanyi bisa dikatakan berakting juga. Karena saat menyanyi, kita harus menjiwai dan meresapi lagu itu,’’ kata Malea yang pernah manggung di Broadway dan beberapa film musikal ‘Annie in Hollywood Bowl’. Bocah berusia 10 tahun itu juga pernah diminta Thierry Fremaux, Direktur Cannes Film Festival untuk memberikan sambutan sebelum filmnya diputar dan ia menyanyikan lagu ‘’Somewhere Over the Rainbow’’ di acara itu.

‘After Yang’ adalah sebuah film fiksi tentang sebuah keluarga, diperankan oleh Colin Farrell dan Jodie Turner-Smith dan Malea, yang sulit menghadapi Yang, seorang robot, diperankan oleh Justin H. Min. (DP)

 

.

View Comments

Recent Posts

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

23 hours ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

1 week ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 months ago