Sebanyak 200 tamu memenuhi Ruang Pancasila, KJRI New York untuk melepas Arifi Saiman yang menjalani purna tugas sebagai Konsul Jenderal RI di New York, akhir Agustus 2022 lalu.
Acara diawali dengan pemberian penghargaan kepada grup Gamelan dan Tari KJRI New York. Kelompok kesenian ini dinilai aktif mempromosikan kesenian Indonesia di sejumlah kegiatan yang diikuti KJRI New York. Kemudian disusul pagelaran Tari Nandak Ganjen oleh Amalia Suryani dari Saung Budaya. Penampilan dua lagu dangdut yang dinyanyikan Kristin D, mengajak Konjen RI Arifi Saiman dan Ibu Endang, istrinya ikut berjoget bersama beberapa hadirin.
Sejumlah tamu VIP Ikut hadir di acara perpisahan tersebut. Di antaranya Wakil Tetap RI untuk PBB, Arrmanatha Nasir beserta ibu Sari Nasir; Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Mohammad Kurniadi Koba dan Ibu Nuraisya; Penasihat Militer PTRI New York, Brigjen Iwan Bambang Setiawan.
Terlihat pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia New York, Decymus; General Manager Bank Negara Indonesia New York, Aidil Azhar; General Manager Bank Rakyat Indonesia New York; Yodi Herzaman, dan Direktur Indonesia Investment Promotion Center New York, Muchammad Iqbal. Komunitas Indonesia yang hadir di acara itu di antaranya dari beberapa negara bagian seperti New York, Pennsylvania, Connecticut, New Jersey dan lainnya.
Sebelum foto bersama, acara perpisahan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Shamsi Ali, Founder dari “Nusantara Foundation” dan pencetus pembangunan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani.
Arifi Saiman kelahiran Desa Tempeh, Lumajang, Jawa Timur, menikah dengan Komisaris Polisi Endang Wahyu Kinasih. Pasangan ini dikaruniai dua putri dan dua putra. Sebelum menduduki jabatan sebagai Konsul Jenderal RI New York, Arifi Saiman menjabat Kepala Pusat Analisis dan Pengembangan Kebijakan kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri. Arifi Saiman lalu meraih gelar S3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, dan menyandang gelar S2 Ilmu Politik dari Flinders University di Adelaide, Australia.
Semua keluhan warga Indonesia di wilayah kerjanya, diterima Arifi dengan tangan terbuka. Ketika seorang pimpinan komunitas mengeluhkan tentang sistem telepon di KJRI, Arifi turun tangan dan memerintahkan stafnya untuk segera memperbaiki sistem telepon KJRI New York. Arifi juga mengembangkan sistem komunikasi menjadi “Hunting Lines”.
Rupanya motto kerja Arifi: “Kami datang untuk melayani, bukan untuk dilayani”, benar-benar diterapkan untuk meningkatkan kinerja di lingkungan Konsulat Jenderal RI New York. Untuk menghibur Arifi yang sedih karena harus berpisah dengan warganya di AS, para pimpinan komunitas menyatakan selamat jalan yang ditayangkan di acara perpisahan, Senin 29 Agustus 2022.
Diplomat Indonesia berusia 58 tahun itu, baru saja menulis buku berjudul ‘’Diplomasi Santri’’ yang kini menjadi koleksi Library of Congress, perpustakaan terbesar dunia. Buku itu juga memperkaya koleksi The New York Public Library. (Laporan, Video dan Foto-foto: Emil Damsyik & DP)
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…
Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…
On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…
On Wednesday, May 6th, at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown, tech entrepreneurs…
Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…
View Comments
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!