Switzerland Usulkan Pemakai Niqab Dikenai Denda Rp 14 juta

Pemerintah Swiss mengusulkan RUU yang intinya perempuan yang mengenakan niqab akan denda berjumlah $ 900 atau hampir Rp 14 juta. Kamis lalu, usulan itu disampaikan Pemerintah Swiss ke parlemen beserta sejumlah lampiran. Antara lain pengecualian bagi diplomat asing, tempat-tempat ibadah dan di kawasan bandar udara.

‘’Larangan menutup wajah dimaksudkan untuk menghindari tindak kejahatan atau kriminal, sementara hukuman denda bukanlah menjadi prioritas utama,’’ bunyi pernyataan resmi kabinet Swiss. Tidak seperti hijab, pakaian Niqab menutup seluruh wajah penggunanya, hanya matanya yang terlihat. 

Usulan yang disampaikan Partai Rakyat Swiss, partai terbesar Swiss tersebut, juga menyebutkan, larangan menutup wajah itu sekaligus mendorong persamaan hak kaum pria dan wanita. Selain itu, RUU tersebut ‘’Membantu mencegah radikalisme Islam,’’ tutur Jean Luc Addor, Dewan Nasional Swiss yang dikenal kritis terhadap isu-isu agama.

Sebaliknya, Dewan Pusat Islam Switzerland mengecam usulan tersebut. Menurut mereka, larangan itu tidak mengendurkan tendensi radikalisme. ‘’Sebaliknya, larangan itu bakal mendorong keberhasilan Komisi Egerkingen, komisi yang mendukung gerakan anti Burqa,’’ bunyi pernyataan Dewan Pusat Islam Switzerland.

Sejak tahun 2021 silam, larangan mengenakan Niqab mendapat dukungan mayoritas suara. Namun larangan ini belum diterapkan akibat protes berkepanjangan. Usulan RUU itu tak terlepas dari perkembangan kerudung wanita di negara-negara Islam umumnya. Sedikitnya 185 orang tewas dalam bentrokan fisik antara demonstran dan petugas keamanan Iran. Aksi protes anti Pemerintah Iran itu disulut dengan tewasnya Mahsa Amini di tahanan polisi moral Iran. 

Wanita 22 tahun itu ditangkap karena tidak mengenakan hijab secara sempurna. 17 September lalu, aksi protes marak yang menuntut turunnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, bersamaan dengan pemakaman Mahsa Amini di Kota Saqez, mayoritas Kurdi. (DP)

 

.

View Comments

  • Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

Recent Posts

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

3 weeks ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

4 weeks ago

AAPI Adults Voice Growing Concern Over U.S. Political Climate

Cost of living, inflation, and immigration: buzzwords that encapsulate the main topic of news outlets.…

4 weeks ago

Tarik-Ulur Penetapan Status Bencana Nasional

Sabtu, 6 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 916 orang meninggal dunia,…

4 weeks ago

Malam Ketika Riyan Bercerita

Pada 22 November 2025, di sebuah ruangan di Asian Arts Initiative, Philadelphia, Riyan Pondaga akhirnya…

1 month ago

Sonia Raman, Pelatih WNBA Pertama Berdarah India

Sonia Raman mencatat sejarah baru sebagai pelatih kepala pertama keturunan India di liga bola basket…

2 months ago