Nama Indonesia Berkibar di Arkansas Berkat Tempe, Wayang, Angklung & Lomba Krupuk

Nama Indonesia makin dikenal di AS. Seperti yang terlihat di Little Rock, Arkansas. Indonesia ikut serta dalam Festival Budaya Roberts World’s Fest di Arkansas, AS.

Lomba Makan Krupuk di Acara Festival Budaya Roberts World’s Fest.

Acara yang terdiri dari beragam budaya itu menampilkan para siswa-siswi sekolah asal negaranya masing-masing dalam peragaan busana dari 19 negara. Di antaranya, Bangladesh, Kanada, Indian Cherokee, Cina, Kuba, Republik Dominika, Mesir, Ghana, India, Italia, Meksiko, Pakistan, Filipina, Portugal, Rusia, Turki, Korea Selatan, Inggris dan Indonesia.

Tak cuma itu. Para siswa juga memperkenalkan pakaian adat, musik, kegiatan interaktif, sampai penganan khas dari daerah masing-masing.

Ethan Sadli di depan gerainya di Festival Budaya Roberts World’s Fest

Ethan Sadli, putra Danny Sadli, salah satu warga Indonesia yang lama tinggal di Arkansas, dengan semangat memperkenalkan berbagai warisan budaya Indonesia di acara tersebut. Ethan Sadli, menampilkan makanan tempe, pakaian batik bermotif peta Indonesia, wayang golek, angklung mini, bahkan berbagai mata uang rupiah.

Contoh tempe untuk dicoba di Roberts World’s Fest, Little Rock, Arkansas.

Ethan yang lahir di AS, menyiapkan sendiri semua materi pameran ini bersama ayahnya Danny. ‘’Sebagai generasi muda, kita harus mempergunakan setiap kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia,’’ tuturnya. Bahkan di acara itu, ditampilkan lomba makan kerupuk seperti pada acara 17-an, dan membagikan lem tiup yang dijadikan balon. “Meskipun kita tidak berada di Indonesia, kita mempergunakan setiap kesempatan untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia pada semua,” ujar Ethan bangga.

Anggota Diaspora Indonesia yang hadir di Roberts World’s Festival.

Untuk acara itu, Ethan, yang memang suka makan tempe sejak kecil, didukung oleh Mayasari Effendi, pemilik Mayasari Tempeh dari Indiana, AS. Mayasari khusus mengirimkan tempe untuk dibagikan pada acara tersebut secara cuma-cuma.

Balon yang berasal dari lem tiup, kenangan masa kecil dari ayah Ethan.

Mayasari, yang juga dikenal seorang petani kedelai, telah mendirikan pabrik tempe di AS untuk memenuhi kebutuhan lokal di daerahnya. “Tempe sekarang mulai dikenal di masyarakat mancanegara. Karena itu, ketika saya ditelepon langsung oleh Ethan, saya langsung setuju untuk bekerjasama mendukung acara ini,” jelas Maya bersemangat. “So proud of Ethan,” lanjutnya.

Ethan Sadli di depan ruang pamernya.

Pameran yang dihadiri ratusan pengunjung, mendapat perhatian dari Diaspora Indonesia yang tinggal di Little Rock. “Saya bangga kami mendapatkan kesempatan seperti ini untuk memperkenalkan budaya Indonesia’’ Danny Sadli. ‘’Sambil mengenang masa kecil dan makan tempe, ayo kita terus memperkenalkan budaya kita dari tempat kita masing-masing,’’ lanjutnya. (Artikel: Lia Suntoso & Foto-foto: Danny Sadli)

.

View Comments

  • I don't think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

  • Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

Recent Posts

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 days ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

5 days ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

3 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

3 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

4 weeks ago