Aksi Lempar Sorban Makin Merebak di Iran Dewasa Ini

Ya. ‘Aksi Lempar Sorban’ makin marak di Iran belakangan ini. Pelakunya, kebanyakan kaum muda Iran, membuntuti kaum ulama yang mengenakan sorban dari arah belakang. Anak-anak muda itu lalu mencomot sorban para ulama itu dan melemparnya ke jalanan.

Aksi Lempar Sorban itu, tak urung menjadi perhatian banyak pihak, terutama dari luar negeri. Sebab aksi yang berlangsung lebin dari sebulan, adalah bentuk aksi protes atas kematian Mahsa Amini, wanita 22 tahun yang tewas di tangan laskar moral Iran. Memperingati 40 hari kematian Mahsa Amini, Selasa lalu, tercatat lebih dari 300 warga yang ditangkap dan terbunuh. Di antaranya seorang penyanyi Rap Iran, juga bintang film Taraneh Alidoosti yang mendukung aksi protes Lempar Sorban itu.

Meski begitu, Aksi Lempar Sorban tak juga berkurang, bahkan sebaliknya, makin merambah ke beberapa kota lain Iran. Sebuah unggahan di Twitter makin menyulut kaum muda Iran melakukan aksi itu. ‘’Sebuah sorban terbuat dari 6 sampai 11 meter kain putih. Bahan itu cukup untuk membuat sumbu Bom Molotov’’ tulis unggahan itu. Seperti diketahui, bom molotov terdiri dari botol berisi minyak tanah atau bensin yang bersumbu kain yang disulut sebelum dilempar ke petugas keamanan. 

Bahkan, seseorang bernama alias ‘’Sir Antonio Su Padre’’ menyerukan dibentuknya ‘’Federasi Melempar Sorban Iran’’. Tujuannya meregulasi pemakaian sorban. Sementara itu digelar lomba  video merekam aksi ‘Lempar Sorban’ di Twitter. Termasuk cara paling jitu melakukan aksi anti-Sorban dan olok-olok Sorban yang dipasangi pengaman. Dalam beberapa jam, akun itu dibanjiri 50 ribu pengunjung, sebelum terpaksa dibekukan Twitter, lantaran terlalu provokatif.

Apa tanggapan pemerintah Teheran? ‘’Para konspirator itu seperti boneka musuh-musuh Iran. Seharusnya tahu bahwa kami tidak mau darah suci para martir tumpah,’’ kata Brigadir Jenderal Kioumars Heydari. ‘’Jika Ayatollah Ali Khamenei memberikan perintah untuk melakukan tindakan, mereka akan dihabisi,’’ lanjut Jenderal Kioumars Heydari seperti dikutip kantor berita resmi Iran, Mehr. (DP)

 

.

View Comments

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago