Hunter Biden Lolos dari Hukuman Berkat Amnesti Ayahnya

Keputusan Presiden AS Joe Biden mengampuni putranya, Hunter Biden, menuai kecaman. Keputusan itu mengejutkan publik Amerika, mengingat Biden telah berkali-kali berjanji tidak akan menggunakan kekuasaannya untuk mencampuri kasus hukum yang sedang dihadapi anak lelakinya.

Majorie Taylore Greene (ABC News)

Majorie Taylore Greene, seorang anggota kongres dari Partai Republik, menyuarakan kecamannya melalui media sosial. “Joe Biden adalah pembohong dan munafik, sampai akhir,” katanya di platfom X.

Sementara anggota kongres lainnya, Andy Biggs mengungkapkan, Biden akan dicatat sebagai salah satu presiden paling korup dalam sejarah Amerika. “Hunter adalah seorang kriminal, tetapi ayahnya yang korup tidak akan membiarkan keadilan ditegakkan di bawah pemerintahan yang mengikuti aturan hukum,” katanya di platform media yang sama.

Tak hanya itu. Ketua Komite Pengawasan DPR James Comer juga mengecam langkah itu. “Sangat disayangkan alih-alih mengungkap kebenaran tentang kesalahan mereka selama puluhan tahun, Presiden Biden dan keluarganya justru terus melakukan segala cara untuk menghindari tanggung jawab,” ujarnya.

Kritik bahkan datang dari anggota Partai Demokrat sendiri, Gubernur Colorado Jared Polis. “Sebagai seorang ayah, saya tentu memahami keinginan Presiden Joe Biden untuk membantu putranya dengan mengampuni dia, tetapi saya kecewa karena presiden telah menempatkan keluarganya di atas kepentingan negara,” katanya. Jared Polis memperingatkan pengampunan, menjadi preseden buruk yang dapat disalahgunakan presiden berikutnya, dan akan mencoreng reputasinya.

Hunter Biden & Joe Biden (ABC News)

Sebelumnya, Biden secara resmi mengumumkan pengampunan penuh dan tanpa syarat kepada Hunter yang dinyatakan bersalah karena memiliki senjata api ilegal dan penggelapan pajak federal. Presiden Joe Biden sendiri membela keputusan itu dengan menggambarkannya sebagai tanggapan atas dakwaan bermotif politik terhadap putranya. “Orang-orang berakal sehat yang mengamati fakta-fakta dan kasus Hunter tak akan mendapati kesimpulan lain, selain karena Hunter dituntut karena dia anak saya,” kata Biden saat mengumumkan keputusannya.

“Ketika mereka berusaha menghancurkan Hunter, mereka sesungguhnya juga berupaya menghancurkan saya, dan tidak ada alasan untuk meyakini bahwa mereka tak akan berbuat lebih buruk,” katanya lebih lanjut.

 

Langkah yang ditempuh Joe Biden menjelang akhir masa jabatannya itu bukanlah kejadian yang pertama dalam sejarah Amerika. Pada 2021 Bill Clinton mengampuni Roger Clinton, adik tirinya, karena  penyalahgunaan kokain. Pada 2020 Donald Trump mengampuni Charles Kushner, besannya, yang dipidana atas kasus penggelapan pajak dan pelanggaran dana kampanye.

Bahkan kini, setelah terpilih lagi sebagai presiden, Trump menunjuk ayah dari Jared Kushner itu sebagai duta besar AS untuk Perancis. Dan yang terakhir, Donald Trump terbukti bersalah atas kasus penyuapan Stormy Daniels, bintang porno senilai $ 130 ribu agar tutup mulut. Bisa dipastikan kasus itu akan lenyap dari Pengadilan Negara Bagian New York. (Ben Shihab & DP)

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

5 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago