Sebuah pesan pendek muncul di layar komputer para wartawan Voice of America. ‘’Isinya meminta agar kami tidak melakukan wawancara atau reportase hari ini,’’ tutur seorang wartawan VOA Indonesia dengan nada sedih, Sabtu pagi pekan ini. ‘’Saya tidak bisa ke mana-mana hari ini, ‘’ lanjut wartawan yang bekerja sebagai wartawan senior sejak belasan tahun.

 

Kesedihan itulah yang dialami 1.300 lebih karyawan VOA yang bertugas di media elektronik itu. ‘’Saya sangat sedih, karena baru pertama kali selama 83 tahun, cerita yang disuarakan VOA dibungkam,’’ kata Michael Abrahamowitz, dalam postingan di Linkendin. Menurutnya, VOA berperan penting menjalankan peranannya ‘’Berjuang untuk kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia,’’ tulis Abrahamowitz, direktur VOA itu menambahkan.

Rasa sedih juga dialami para wartawan VOA Indonesia lainnya. Termasuk 35 staf dan 10 pegawai tidak tetap yang berkantor di Washington DC, juga 3 direktur dan 3 staf di Jakarta serta 8 koresponden yang berlokasi di berbagai kota Indonesia.

 

Induk perusahaannya the US Agency for Global Media, USAGM, juga membekukan kegiatan Radio Free Europe/Radio Liberty. Keduanya menyiarkan berita ke negara-negara Eropa Timur, termasuk Rusia dan Ukraina. Sebuah radio Bernama Radio Free Asia yang menyiarkan kabar ke Cina dan Korea Utara juga dihentikan kegiatannya.

Tindakan pembekuan kegiatan VOA itu dikirimkan sekitar pukul 9.40 Sabtu waktu setempat itu dikirimkan lewat email ke seluruh karyawan, setelah Presiden mengeluarkan perintah eksekutifnya untuk membekukan kegiatan USAGM dan organisasi lainnya. Intinya, agar ‘’Mengurangi seluruh kegiatan dan fungsi serta para personalnya,’’ tulisnya. Perintah itu, akan dilanjutkan dengan mengurangi birokrasi Federal yang dinilai tidak begitu penting,’’ tulisnya.

Meski para karyawan tetap digaji hingga waktu yang ditentukan, mereka diminta menyerahkan kartu karyawan USAGM plus kunci meja kerja, kantor dan akses ke dokumen alat elektronik dan telepon serta peralatan lain. Para karyawan VOA diminta melapor diri untuk bekerja sehari sebelumnya. ‘’Para wartawan masih dianggap sebagai karyawan USAGM.

Seperti diketahui, VOA disiarkan secara internasional melalui 50 bahasa di seluruh dunia. VOA bahasa Indonesia mulai mengudara tahun 1942 tak lama setelah VOA didirikan. Sejak itu, warga Indonesia mampu menangkap siaran VOA lewat radio gelombang pendek, setelah era Reformasi 1998, VOA berafiliasi dengan radio-radio FM di tanah air. Pada tahun 2000 VOA melebarkan sayap dengan menyiarkan program televisi bekerjasama dengan 30 stasiun televisi lokal Indonesia. Kini, seluruh siaran itu tak bisa lagi dinikmati. (DP)

.

View Comments

Recent Posts

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

15 hours ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

4 days ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

2 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

3 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

4 weeks ago