VICE correspondent Gelareh Kiazand searches Kabul for illicit gambling rings where men bet on quail fights, buzkashi (it’s like polo, but with a headless goat), and dog fights. But first she has to find Dardar, the only figure in Kabul’s gambling world who can get our crew into the betting circle.
In part 2, it’s off to the Ka Faroshi bird market, where rival teams prep their fighting quails for the next morning’s match.
VICE correspondent Gelareh Kiazand meets the men who dedicate their lives to the breeding, training, and gambling involved in dog fighting in Kabul.
Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…
Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…