Blast Theory menawarkan kesempatan unik bagi para artis Indonesia untuk bergabung dalam residency programme, selama sekitar satu bulan di Inggris, Maret 2017.
Blast Theory adalah sebuah kelompok artis internasional yang mengundang sejumlah artis untuk menciptakan sebuah pertunjukan seni interaktif, menggunakan media interaktif. Kelompok ini akan mengupas juga aspek-aspek politik dan teknologi.
Program ini menyediakan ruangan kedap suara sehingga para artis tak terganggu untuk melakukan riset dan mengembangkan karyanya. Para artis juga didorong untuk berdebat dan saling tukar pikiran dan ide.
Karena itu, kami menyediakan sarana dan lingkungan yang hangat sebagai berikut ini:
– Akomodasi dan ruang studio di Blast Theory di Brighton, Inggris.
– Akses menggunakan peralatan dan sumber-sumber lain.
– Para artis Blast Theory memberikan mentoring atau panduan setiap pekan.
– Peserta diberi pengetahuan tentang sejarah Blast Theory, kegiatan riset dan pengembangan, metode pekerjaan, struktur bisnis dan keartisan, melalui berbagai kegiatan pertemuan dan bisnis.
– Peserta diberi kesempatan untuk menggelar karya-karyanya di Blast Theory, atau mengundang para tamu dan di depan umum.
– Peserta akan diberi tunjangan sebesar 1.600 poundsterling untuk biaya hidup selama sebulan di Blast Theory, dan perjalanan dari Indonesia ke Brighton, Inggris serta ongkos pesawat dari tanah air ke Inggris.
– British Council Indonesia akan membantu mengurus visa kunjungan dan izin tinggal di Inggris. – – Para peserta juga diminta menulis blog yang dapat diunggah di media sosial milik Blast Theory. Peserta juga diminta menuliskan ringkasan tentang pengalaman mereka selama berada di Brighton, yang akan diterbitkan di situs Blast Theory disertai video pengalaman mereka selama berada di Blast Theory.
Program ini terselenggara berkat kerjasama dengan British Council di Indonesia. Silakan daftarkan diri Anda di http://www.blasttheory.co.uk/news-item/residency-opportunity-for-indonesian-artist/
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…
Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…