Categories: Uncategorized

Separuh warga AS menderita stres berat hadapi pemilu presiden

Lebih separuh warga Amerika merasa stres dan tertekan menghadapi pemilihan umum presiden kali ini. The Washington Post mengabarkan Kamis (13/10/2016) hal itu terungkap dari hasil poll pendapat yang digelar American Psychological Association, APA.

Bahkan, perasaan tertekan dan stres itu, menurut penelitian tersebut, dialami warga Amerika pada bulan Agustus, sebelum berbagai kasus terungkap. Mulai dari kasus Hillary dengan server komputernya dan puluhan ribu email, sampai Donald Trump yang tangannya seperti gurita dan lainnya. ‘’Setelah kasus-kasus itu terungkap, warga Amerika makin stress,’’ tulis the Post.

Menurut penelitian APA, perasaan tertekan itu dirasakan warga AS yang menilai kedua kandidat presiden – baik Donald Trump maupun Hillary Clinton – lebih emosional dibandingkan sejumlah politikus lainnya. Pemilih dewasa pengguna media sosial lebih merasa stres dibanding mereka yang merasa pemilu presiden menjadikan mereka tak ada gunanya lagi.

People voting in polling place (Huffingtonpost.com)

Enam dari 10 responden berusia 71 tahun ke atas, merasa stres gara-gara pemilu ini. Posisi kedua ditempati kaum milenial yang lahir pada tahun 1980-an. ‘’Kami kaget karena biasanya para manula merasa lebih tenang menghadapi pemilu ketimbang mereka yang lebih muda,’’ tutur Vaile Wright, psikolog Washington dan anggota APA.

Namun temuan yang cukup menarik, para responden akhirnya belajar mengendalikan diri dan membatasi pembicaraan bila berhadapan dengan lawan politiknya. ‘’Mereka lebih baik mengalihkan topik pembicaraan yang bukan politik,’’ tutur Lynn Bufka, eksekutif direktur APA. ‘’Mereka bisa menahan diri di antara sesama karyawan yang berlawanan pandangan politiknya, agar mereka tetap rukun,’’ sambung Lynn Bufka. Tentu saja, perasaan stres dan tertekan ini makin meningkat juga karena berbagai faktor lain. ‘’Di antaranya faktor ekonomi, keuangan, lapangan kerja dan lainnya,’’ tutur Lynn Bufka menambahkan. DP

IL

Recent Posts

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

21 hours ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

3 weeks ago

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

4 weeks ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

1 month ago