Categories: Uncategorized

Proses Pengadilan Dua Pramuwisma Indonesia di Hong Kong Cukup Menyeramkan

Pemutaran video yang dijadikan bukti atas pengadilan terhadap Rurik Jutting, pelaku pembunuh dua perempuan Indonesia di Hong Kong cukup menyeramkan.

Majalah TIME mengabarkan Selasa (25/10/2016), dalam salah satu video terlihat Rurik Jutting menyuruh Sumarti Ningsih, korbannya memainkan alat seks. Kemudian Sumarti, 23 tampak merintih kesakitan saat dipukul benda tajam. Mayat korban dimutilasi dan dimasukkan ke dalam kopor dan dibuang dari balkon apartemennya.

Di ruang tamu tergeletak jasad Seneng Mujiasih, korban kedua, yang tewas mengenaskan. Di ruang tamu tampak sejumlah kaleng minuman Red Bull dan 26 kantong berisi kokain. Menurut pihak kepolisian Hong Kong, Sumarti dibunuh sekitar 27 Oktober setelah disekap selama tiga hari. ‘’Saya gorok lehernya, sewaktu dia membungkuk,’’ tutur Rurik Jutting, bekas bankir di Bank of America Merryl Linch Hong Kong. ‘’Dia melakukannya secara sukarela. Kalau tidak saya pukuli,’’ tutur Rurik Jutting, warga Inggris berusia 31 tahun itu.

Kasus tersebut menjadi perhatian dan menghiasi media massa Hong Kong, Indonesia dan Inggris. ‘’Kasus ini sangat memukul keluarga kami,’’ tutur keluarga korban yang menghadiri persidangan yang mulai digelar Senin kemarin. ‘’Kami kehilangan Sumarti. Kami tidak pernah menyangka nasibnya buruk seperti ini. Kami terpuruk dalam kesedihan yang mendalam,’’ sambungnya seraya menuntut agar Rurik Jutting dihukum berat.

Pengadilan selanjutnya akan digelar dalam pekan ini. Dan, akan menampilkan sejumlah rekaman video yang menyeramkan lagi.

IL

Recent Posts

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

2 hours ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

3 days ago

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

1 week ago

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 weeks ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

2 weeks ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 weeks ago