Categories: Uncategorized

Arabella, cucu perempuan Donald Trump baca puisi jadi viral di China

Arabella, cucu perempuan Donald Trump menghebohkan dunia maya setelah mengunggah video rekamannya membaca puisi China. Bahkan banyak warga Beijing memuji kehebatan putri sulung Ivanka Trump itu. ‘’Baru berusia lima tahun sudah berhasil menjadi diplomat  Donald Trump,’’ puji situs CNN.

Dalam rekaman video itu, Arabella Kushner membacakan puisi dalam bahasa China. ‘’Arabella pengin merayakan Tahun Baru China sebelum ia tidur Minggu malam kemarin,’’ tulis Ivanka Trump, putri Donald Trump kepada harian South China Morning Post. ‘’Untuk itu, ia mengenakan pakaian China dan unjuk kebolehan pada saya, Jared, adiknya dan ayahnya Joseph,’’ lanjut Ivanka. Dalam adegan itu, Arabella berdiri di atas meja dan mengucapkan puisi China. Di latar belakang tampak hiasan lampion dan gambar Monyet, tanda kebahagiaan dunia.

Arabella, kiri, bersama Ivanka, ibunya dan adiknya (koleksi Ivanka)

Lebih lanjut, Ivanka menuturkan bahwa Arabella mampu berbahasa China karena belajar dari pengasuhnya, seorang warga AS keturunan China, empat tahun lalu. ‘’Bahkan ia mampu menyebutkan sejumlah binatang di kebun binatang, dalam bahasa China,’’ kata Ivanka Trump bangga.

Meski banyak yang kagum, namun banyak pula yang tetap sewot terhadap Donald Trump, kakeknya. ‘’Jangan berharap sikap Trump bakal ramah pada China. Ngimpi lu!. Sikapnya masih tetap sama seperti terlihat selama ini,’’ tulis @Jason_ZFQ dalam cuitan Twitternya. Ayo siapa yang bisa menerjemahkan puisi China yang dibacakan Arabella? silakan isi komentar di laman bawah ini. www.indonesianlantern.com (DP).

IL

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

7 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago