Bunker Hill, sebuah kota kecil di Indianapolis tidak mempunyai satuan polisi setelah mereka konflik dengan anggota dewan kota. The Washington Post melaporkan Kamis (15/12/2016), jendela kantor polisi dipasangi poster berbunyi: ‘’Kota ini sekarang tidak punya kantor kepolisian. Jika ada keperluan darurat, silakan telepon 911’’.
Kepala kepolisian dan empat anak buahnya meninggalkan posnya, awal pekan ini, sebagai aksi protes terhadap dewan Kota Bunker Hill. ‘’Kami punya masalah dengan anggota dewan. Mereka mau bertindak sendiri,’’ tutur Michael Thomison.
Bekas Marshal Kota Bunker Hill itu lebih lanjut menuturkan bahwa dewan kota memotong anggaran keamanan secara sepihak. Sampai-sampai baju anti peluru bekas masih digunakan. ‘’Saya tak mau anak buah pakai baju bekas. Jadi saya pinjamkan baju anti peluru saya,’’ tutur Thomison.
Seorang polisi yang memberi tilang seorang anggota dewan juga diberi peringatan keras oleh dewan. Anggota polisi lainnya juga mengalami hal yang sama, setelah mengeluarkan tilang bagi istri seorang anggota dewan. Bahkan Dewan Kota Bunker Hill memberi izin bagi permainan pinball, padahal permainan itu dilarang selama 61 tahun. ‘’Saya tidak tahan lagi dan kami keluar ramai-ramai,’’ tutur Michael Thomison, bekas Marshal Bunker Hill.
Serangkaian tuduhan itu dibantah oleh Dewan Kota Bunker Hill. ‘’Kami membantah semua tuduhan itu,’’ bunyi pernyataan resmi dewan kota. ‘’Bunker Hill tengah mencari marshal baru dan para deputi serta anggota polisi. Kami minta agar penduduk bersabar,’’ lanjut pernyataan resmi yang ditujukan bagi 900 penduduk Bunker Hill. (DP).
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…